Misa Syukur Pesta Familly Kampus STIPAR Ende Penuh Dengan Nuansa Budaya

ENDE,GlobalFlores.com-Misa Syukur Pesta Familly Kampus STIPAR Ende penuh dengan nuansa budaya yang ditandai dengan penampilan para mahasiswa yang membawakan tarian adat dari berbagai etnis di Pulau Flores seperti dari Ngada dan Nagakeo juga Ende serta Maumere dan juga Flores Timur.
Tidak hanya tarian mahasiswa yang menanggung koor juga membawakan lagu-lagu rohani dalam nuasa daerah.
Misa Syukur yang berlangsung di Aula Mgr Donatus Djagom SVD, Sabtu (3/10/2026) diikuti oleh para mahasiswa dan juga dosen serta tenaga pendidik maupuan para imam dan juga suster.
Misa syukur itu dipimpin Ketua STIPAR Ende, RD Fransiskus Zaverius Maria Deidhae yang dalam kotbahnya mengatakan Kampus STIPAR Ende merayakan pesta family setelah bencana gempa bumi menimpa Flores dan menyebabkan sebagian umat kehilangan tempat tinggal dan bahkan anggota keluarga yang dicintai.
“Dalam solidaritas dengan sesama yang mengalami kedukaan, kita merayakan kekeluarga, bukan karena terluput dari bencana, tapi terutama mensyukuri bahwa bencana telah mengajarkan kita untuk berbela rasa, bersatu dalam perjuangan. Tidaklah salah kalau pesan pesta family kali ini, sesuai dengan kedua bacaan hari ini mengajak kita untuk bersyukur – syukur karena amnesia, ingatan masa lalu akan karya Tuhan yang ajaib atas kita,”katanya.
Pada hari kita merayakan dies natalis ini, kita patut memaknai ketiga pesan biblis yakni:
- Komunitas sebagai Tempat Pemulihan dan Saling Mendoakan (Ayub 42:1-17). Keindahan komunitas terasa paling nyata ketika ada anggota yang terluka atau terpuruk, dan komunitas hadir -bukan untuk menghakimi, gossip, bicarakan kelemahan yang lain – melainkan untuk merawat, mendoakan, dan membangun kembali harapan.
- Komunitas sebagai Tempat Berbagi Sukacita dan Misi: Merayakan Kehadiran, Bukan Sekadar Keberhasilan. Yesus mengingatkan agar sukacita komunitas tidak didasarkan pada kesombongan atas pencapaian prestasi (“roh-roh takluk”), melainkan pada rahmat Allah bahwa “nama mereka terdaftar di surga” (Lk 10:20). Komunitas yang indah bukanlah komunitas yang pamer kehebatan atau keberhasilan program, melainkan komunitas yang senantiasa bersyukur atas Rahmat Keselamatan dan kebaikan Tuhan.
- Mata yang Melihat Karya Allah: Pengalaman Iman yang Baru sebagai aha moment: Ayub berkata: “Dahulu hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (Ayb 42:5). Yesus bersabda: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat” (Lk 10:23).
Kehidupan komunitas menjadi indah ketika setiap anggotanya memiliki “mata iman” – kemampuan untuk melihat kehadiran dan kebaikan Tuhan di dalam diri sesama, terutama di dalam diri orang-orang yang sederhana dan bersahaja (Lukas 10:21). Saat menemukan Tuhan dalam tangan yang terulur membantu yg sedang kesulitan – suara teduh menasihati dan meneguhkan, kehadiran dan tatapan yang menghangatkan disitulah karya Tuhan.
“Ya Bapa, kami bersyukur atas persekutuan yang Engkau anugerahkan dalam komunitas kami. Ajarilah kami untuk saling menopang di saat sulit seperti keluarga Ayub, dan bersukacita bersama dalam pertobatan dan rahmat-Mu seperti para murid. Jadikanlah komunitas kami cermin Kerajaan-Mu yang penuh kasih, pemulihan, dan damai sejahtera.”kata RD Very.



