Religi

Konspirasi Kejahatan, Ketika Kebenaran dibungkam Oleh kekuasaan dan Ambisi Pribadi

Renungan, Sabtu (2/8/2025), Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

SALVE bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Apa kabar Anda di hari ini? Harapanku semoga Anda dalam keadaan sehat, damai dan bahagia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 14: 1 – 12, yakni Yohanes Pembaptis dibunuh. Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat & mendengar, bagaimana kejahatan bisa lahir dari gabungan ambisi, manipulasi, dan ketakutan. Herodes, terjerat oleh sumpahnya dan tekanan sosial, akhirnya mengizinkan pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis, seorang nabi yang hidupnya suci dan benar.
Konspirasi Herodes, istri Herodes dan putrinya, adalah buah dari menyimpan dendam terhadap Yohanes karena tegurannya yang tajam. Ia merancang rencana melalui putrinya tarian yang memikat raja dan permintaan yang membawa maut.

Di balik kemewahan pesta, tersimpan konspirasi kejahatan untuk menghabisi & menghapus seorang suara kenabian. Hal ini terjadi, karena lemahnya suara hati Herodes yang sebenarnya takut dan segan terhadap Yohanes, tetapi ia tidak mampu menegakkan keadilan karena ia terbelenggu oleh sumpah dan gengsi. Di sini kita diingatkan, bahwa: kejahatan sering kali tumbuh bukan hanya karena rencana jahat, tetapi juga karena kebisuan dan kompromi terhadap kebenaran.

Pesan untuk kita:
Pertama Apakah kita berani menyuarakan kebenaran meski berisiko ditolak?
Kedua Adakah konspirasi kecil di sekitar kita, yang kita biarkan karena takut mengganggu kenyamanan kita?
Maka, mari kita belajar dari Yohanes Pembaptis yang hidupnya penuh integritas, walau harus berakhir tragis.

Pertanyaan refleksi:

  1. Ketika kebenaran dibungkam oleh kekuasaan dan ambisi pribadi, bagaimana kita tetap berdiri teguh membela nilai-nilai kebenaran seperti Yohanes Pembaptis?
  2. Dalam hidup sehari-hari, apakah kita pernah terlibat, sadar atau tidak, dalam tindakan atau sikap yang turut mendukung kejahatan karena ingin menjaga kenyamanan atau relasi tertentu?
  3. Bagaimana seharusnya sikap kita ketika melihat adanya ketidakadilan atau konspirasi di sekitar kita, apakah kita diam, melawan, atau mendoakan?

Selamat berefleksi dan Selamat berakhir pekan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan