Religi

Yesus Menjanjikan Hidup Kekal Bagi Yang Percaya Namun Tidak Otomatis

Renungan Minggu 17 Mei 2026 Oleh Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Setiap kita, pasti ingin hidup yang kekal. Namun, walau kita percaya kepada Yesus yang adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, namun tidak ada otomatis kita akan memperoleh hidup yang kekal, melainkan ada syarat yang harus dipenuhi oleh kita.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 17: 1 – 11a, yakni doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Para saudaraku, malam itu Yesus tidak berteriak, melainkan berbisik dalam doa. Di ruang atas yang temaram, menjelang penangkapan-Nya, Ia menyampaikan janji yang membuat hati berhenti sejenak: hidup kekal.

Namun janji itu bukan otomatis, melainkan bagi mereka yang sungguh percaya dan hidup dalam firman-Nya. Percaya dalam kamus Yesus bukan sekadar setuju di HATI, melainkan tindakan nyata. hidup kekal berarti mengenal allah dan Yesus Kristus secara intim, intens dalam doa, ibadat, dan ekaristi yang dijalani dengan tekun dan setia.

Dari sana lahir BUAH yang tampak dalam: perubahan cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan dan cara bertindak yang baik dan benar. Firman Tuhan harus berakar dalam diri kita, lalu BERBUAH dalam KASIH nyata kepada sesama, mulai dari keluarga, komunitas, hingga tempat kerja, lewat saling mengampuni tanpa syarat, dan saling melayani tanpa mengeluh dan pamrih.

Lihatlah Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya, termasuk kita, agar hidup dalam kesatuan dengan Bapa. Kesatuan itu bukan sekadar kata, melainkan kesetiaan yang menghasilkan buah, yakni: hidup yang baik dan benar, sikap yang tulus, dan perbuatan yang membawa damai, serta tutur kata yang menyenangkan hati sesama.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, hidup kekal bukan tiket otomatis ke surga, melainkan relasi yang hidup dengan Allah. Relasi itu hanya nyata bila iman diwujudkan dalam doa yang setia, ibadat yang tulus, dan ekaristi yang mengubah hati.

Bayangkan kita berdiri di tepi jurang maut, dan di seberang ada kehidupan sejati. Yesus telah membangun jembatan dari kayu salib-Nya. Ia menanti langkah nyata kita: melangkah dengan percaya, berdoa dengan tekun, beribadat dan merayakan ekaristi dengan setia, dan berbuat baik kepada sesama, termasuk musuh-musuh kita. ingatlah, hidup kekal sudah dijanjikan. yang perlu kita lakukan: percaya, dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.

Jika itu yang terjadi, maka tiket untuk hidup kekal bisa kita dapatkan atau kita peroleh. Selamat berjuang untuk meraih tiket hidup kekal yang sudah dijanjikan oleh Yesus sang guru sejati kita.

Pertanyaan Refleksi

  1. Apakah iman saya kepada Yesus sudah tampak nyata dalam doa, ibadat, dan ekaristi yang tekun dan setia?
  2. Bagaimana firman Tuhan sungguh mengubah cara saya hidup, bersikap, dan bertindak terhadap sesama di keluarga, di komunitas, maupun di tempat kerja?
  3. Langkah konkret apa yang bisa saya lakukan hari ini agar iman saya berbuah dalam kasih dan perbuatan yang benar?

*Selamat berefleksi dan Selamat berhari MinggušŸ™šŸ™

Doa Singkat

Tuhan Yesus,
Engkau menjanjikan hidup KEKAL bagi yang percaya. Ajarlah kami untuk tidak berhenti pada kata-kata IMAN,
tetapi mewujudkannya dalam DOA yang tekun,
Ibadat yang setia, dan ekaristi yang mengubah hati. biarlah firman-mu berbuah dalam hidup kami: mengubah sikap, perilaku, dan tindakan,
agar kasih-Mu nyata bagi keluarga, komunitas,
dan sesama di tempat kerja. Bimbinglah kami berjalan di jalan yang benar, hingga hidup kami menjadi kesaksian akan janji-Mu. Amin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan