Religi

Perwujudan Hari Komunikasi Sedunia, Tidak Menyebarkan Hoax Melainkan Kabar Suka Cita

Renungan Minggu (1/6/2025), Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

Damai bagimu para saudaraku yang terkasih. Apakah para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia? Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Paskah VII atau disebut juga hari Minggu Komunikasi Sedunia.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 17: 20 – 26, yakni doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berdoa agar semua orang yang percaya dapat hidup dalam kesatuan, sebagaimana Ia bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus (Trinitas).

Kesatuan ini bukan sekadar kebersamaan lahiriah atau fisik atau jasmani, tetapi kesatuan spiritual atau rohani yang berakar dalam KASIH dan kebenaran Allah.

Dengan demikian, Yesus menghendaki agar kita yang beriman dan percaya kepada-Nya, tidak hanya menjadi pengikut-Nya, tetapi juga hidup dalam persekutuan dan persatuan yang intim , akrab, yang mencerminkan kasih Allah. Yang perlu digarisbawahi adalah kesatuan ini menjadi kesaksian bagi dunia bahwa Allah mengutus Yesus untuk membawa keselamatan. Sebagai umat beriman, kita diajak untuk membangun kesatuan yang tulus, jujur, dalam keluarga, lingkungan, komunitas, dan gereja serta masyarakat.

Dan yang perlu diingat bahwa kesatuan sejati bukan berarti keseragaman, tetapi keterbukaan untuk menerima setiap perbedaan dengan KASIH dan KERENDAHAN hati.

Akhirnya, inti dari doa Yesus adalah persatuan yang ilahi, yaitu kesatuan kita dengan Allah Tritunggal (Bapak, Putra, dan Roh Kudus) dan dengan sesama orang yang percaya. Ada beberapa pesan dari bacaan Injil hari ini untuk kita, yakni:

Pertama_ kesatuan yang bersumber pada Trinitas*: Yesus memohon agar kita *menjadi satu* seperti Dia dan Bapak adalah satu. Ini menunjukkan bahwa kesatuan sejati bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah yang mengalir dari relasi Allah Tritunggal sendiri. Kita diundang untuk hidup dalam persekutuan dan persatuan dengan Bapak: sumber kasih, Putra: perwujudan kasih, dan Roh Kudus: penghubung kasih.

Kedua_ Tanda bagi Dunia: Kesatuan kita dengan Allah dan sesama bukanlah tujuan akhir, melainkan KESAKSIAN yang nyata bagi dunia. Ketika gereja hidup dalam kasih dan kerukunan, dunia dapat melihat bahwa Yesus benar-benar diutus oleh Bapak.

Ketiga_ Kasih Trinitas yang Mengubah:Yesus menyatakan nama Bapak kepada kita agar KASIH yang sama yang ada antara Dia dan Bapak boleh tinggal di dalam kita. KASIH Trinitas inilah yang memampukan kita mengasihi dengan radikal dan memelihara kesatuan.

Maka, marilah kita berdoa agar Roh Kudus membimbing kita dalam membangun persekutuan dan persatuan yang sejati, persekutuan dan persatuan yang berakar dalam KASIH Allah dan menjadi kesaksian hidup yang baik dan benar bagi dunia, tidak munafik, tidak pura-pura baik dan tidak menyebarkan hoax, atau berita bohong, melainkan kabar gembira, sukacita, kata-kata yang menyejukkan hati.

Inilah salah satu bentuk perwujudan hari Minggu Komunikasi Sedunia di hari ini. Semoga demikian.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan