Pendidikan

STIPAR Ende Gelar Wisuda Untuk 131 Sarjana, Ini Mereka Wisudawan Terbaik

ENDE,GlobaFlores.com – Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende kembali menggelar upacara wisuda bagi 131 Sarjana Pendidikan, Tahun Akademik 2024-2025, Jumat (28/2/2025) di Aula Mgr. Donatus Djagom Kampus STIPAR Ende.

Ketua Sekolah, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A mengatakan hal itu dalam keterangan persnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/2/2025).

Pria yang kerap disapa Rd Fery menjelaskan bahwa dari 131 mahasiswa yang telah lulus tersebut tercatat ada  3 orang yang meraih hasil  memuaskan dan  sangat memuaskan sebanyak 108 orang serta cum laude sebanyak 16 orang dan  magna cum laude sebanyak 4 orang masing-masing atas nama,  Bibiana Maria Marta dengan IPK-3.82 dan Fransisco Baresi dengan IPK-3.78 serta Diana Barek dengan IPK-3.77 dan Marselus Natar dengan IPK = 3.71.

“Kami menyampaikan proficiat kepada para mahasiswa-mahasiswi angkatan ke-31 Stipar Ende atas keberhasilan dalam studi hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Katolik,”kata RD Fery.

Para mahasiswa yang mengikuti wisuda semuanya berasal dari Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK), ujar RD Fery.

Dikatakan masih dalam rangkaian wisuda STIPAR Ende juga menggelar berbagai kegiatan seperti Retret bagi calon wisudawan dan Seminar Nasional serta Misa Missio Canonica, atau misa perutusan yang dipimpin oleh Uskup Agung Ende, pada Selasa, 25 Februari 2025.

Kepada para wisudawan RD Fery memberikan pesan agar mereka dapat menjadi katekis yang tidak hanya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetapi juga menjadi harapan bagi gereja dan masyarakat.

Hal tersebut ujar RD Fery sesuai dengan pesan dari Paus Fransiskus dalam Bulla atau Surat Keputusan yang menyatakan dasar dari Tahun Yubileum 2025 ini diambil dari kutipan teks Kitab Suci “Pengharapan tidak mengecewakan”.

Karena harapan dibutuhkan bagi bangsa dan negara yang melihat masa depan dengan rasa takut dan kegelisahan. Jadi mereka dapat menjadi katekis yang mampu memberikan peneguhan bagi oarang-orang yang kehilangan harapan,” ujar RD Fery.

Sementara itu Sekretaris Program Studi PKK, Maria Yulita C. Age, M.Pd, menjelaskan tidak ada hal khusus untuk busana bagi para wisaudawan karena itu mereka diberikan kebebasan untuk memilih busana sesuai dengan keinginan mereka.

Namun pada pelaksanaan misa perutusan para peserta diminta untuk mengenakan busana dari daerah masing-masing,ujar Maria Yulita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan