Ragam

Renungan Kamis (7/4/2022)

Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao.

SEMANGAT PAGI, dalam Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Sudah Ada Sebelum Abraham (Yoh. 8: 51 – 59). Dia berkata ” sesungguhnya sebelum Abraham jadi, AKu ada”. Sabda Yesus ini, mau menegaskan bahwa keberadaan Yesus itu kekal, melampaui Abraham. Kata kata Yesus ” Aku ada”, bagi orang Yahudi sama saja dengan mengatakan bahwa AKu adalah Allah. Hal itu, seperti kisah Musa dalam semak yang menyala. Firman Allah kepada Musa: ” AKU adalah AKU” (Kel.3: 14). Oleh karena itulah, maka orang orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus, sebab Ia menyamakan diri Nya dengan Allah. Disinilah lagi lagi, orang orang Yahudi memiliki keterbatasan untuk memahami jati diri Yesus. Mereka memiliki kompetensi spiritual yang sangat rendah untuk mengenal ke Allah an Yesus. Dan oleh karena mereka, memiliki kompetensi spiritual yang sangat rendah, maka mereka tidak memahami kata kata Yesus, yang mengatakan ” Sungguh, barangsiapa menuruti Firman Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama lamanya”. Orang Yahudi berpikir tentang mati dalam arti biasa, tetapi Yesus sedang mengatakan tentang sesuatu yang lain, yakni mengenai keselamatan hidup yang kekal. Dan Dia sendiri adalah jaminannya, yakni ” sebelum Abraham jadi, AKu ada”, yang berarti bahwa Dia adalah Allah, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Dan mengapa orang Yahudi, tidak mampu mengenali jati diri Yesus? Jawabannya sangat jelas, karena mereka tidak rendah hati, alias mereka sombong, hati dan pikiran mereka tertutup atau menjadi buta oleh keangkuhan. Bagaimana dengan kita? Walaupun kita tidak mampu menyelami misteri Allah dengan akal sehat, namun kita hendaknya harus berani mempercayakan diri kita kepada Nya. Iman memang membutuhkan keberanian untuk berserah diri, walau yang harus dipercayai itu, terkadang tidak sepenuhnya bisa dimengerti. Kita harus belajar dari Rasul Thomas, yang pada akhirnya dia berkata ” Ya Tuhanku dan Allah ku”. Dan meneguhkan iman kita ” berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh. 20: 29). Akhirnya, jika kita ingin memperoleh hidup yang kekal, maka turuti Firman Tuhan, yang berisikan ajaran dan perintah untuk saling mengasihi, saling mengampuni dan saling melayani satu sama lain. Semoga demikian 🙏🙏

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan