85 Orang Muda-Mudi Katolik Perbarui Kekuatan Jiwa di Wae Lengkas,Manggarai

Oleh:Meliani Astrin, Mahasiswi STIPAS ST. SIRILUS RUTENG
RUTENG,GlobalFlores.com- Mengangkat Tema: Hope: Anchor of the Soul, Keuskupan Labuan Bajo dan Biara Bunda Karmel, Wae Lengkas, Ruteng, bekerja sama memperbarui kekuatan jiwa dengan menggelar kemping rohani perdana 2026 bagi kaum muda Katolik bertempat di Wae Lengkas, Ruteng Kabupaten Manggarai, dari 1 hingga 5 Juli 2026.
Peserta kemping sebanyak 85 orang muda-mudi Katolik datang dari dari berbagai daerah di NTT seperti dari Ruteng dan Labuan Bajo, Lembor, Borong, Mbai dan Watunggong.
Dalam pelaksanaan kemping tersebut hadir sebagai pembicara masing-masing, Romo Jean yang membawakan materi dengan tema, Jangkar Jiwa : Harapan sebagai Sauh yang Kuat dan Aman di Tengah Badai Kehidupan.
Dalam materinya Romo Jean menjelaskan bahwa harapan dalam Tuhan berfungsi seperti sauh kapal yang kokoh: menahan jiwa agar tidak hanyut terbawa arus kesulitan.
Romo Jean juga menguraikan mengenaji Perjanjian Allah dengan Abraham yakni, Allah mengikat perjanjian dan memberikan 3 janji utama masing-masing yakni,
- Memberikan tanah baru sebagai tempat tinggal keturunannya.
- Menjadikannya bangsa yang besar dan diberkati
- Melaluinya semua bangsa di bumi akan menerima berkat.
“Janji diucapkan saat Abraham berusia 75 tahun dan baru tergenapi sempurna setelah Abraham berusia 100 tahun itu artinya masa penantian ini Abraham tunggu selama 25 tahun. Masa ini bukan waktu terbuang, melainkan ujian untuk belajar setia dan sabar menanti waktu Tuhan. Lahirnya Ishak menjadi bukti nyata kesetiaan-Nya,”kata Romo Jean.
Pada bagian lain materinya Romo Jean juga mengangkat soal kehadiran Roh Kudus yang bersemayam dalam hati melalui tiga sakramen:
- Baptisan: Awal hidup baru sebagai anak Allah
- Krisma: Penguatan iman dan pengurapan menjadi saksi Kristus
- Imamat: Panggilan melayani dan membangun Gereja
Karakter Pengharapan Kristiani.
Juga soal harapan sejati guna mengubah cara pandang dan gaya hidup serta berakar pada kepastian janji Kristus, bukan keadaan dunia juga bersifat komunal: Gereja sebagai persekutuan umat yang saling menguatkan.
Romo Jean juga berbicara mengenai doa sebagai sekolah harapan.
“Doa adalah sekolah harapan yang pertama.” Lewat doa, kita memurnikan keinginan hati dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Tuhan,”katanya.
“Tuhan memilih kita karena Tuhan tahu bahwa kita butuh sesuatu yang memegang teguh jiwa kita. Harapan yang berakar pada Tuhan adalah jangkar yang tidak akan pernah lepas, menjaga kita tetap teguh dan tidak terombang-ambing,”ujarnya.
Sementara pembicara lainnya, Frater Kevin, SVD, yang membawakan materi mengenai Cinta Kasih dan Penyelamatan Allah.
Frater Kevin menyampaikan bahwa kasih Allah adalah dasar segala harapan. Kasih-Nya bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata yang selalu berbuat baik tanpa pamrih.
Dikatakanya, Hakikat Kasih Allah, Allah adalah Pribadi yang mengasihi kita terlebih dahulu dan membangun hubungan pribadi dengan manusia.
Meskipun manusia sering menjauh karena dosa, Allah tetap dekat, menjadi sahabat dan Bapa yang setia.Kasih-Nya tidak terbatas dan cuma-cuma, berbeda dengan kasih manusia yang sering bersyarat.
Kasih sejati memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dengan Allah maupun sesama,ujarnya.
Sedangkan pamateri lainnya, Suster Klaudia, menjelaskan makna menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 5:17: “Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
“Kita dipanggil mengakhiri gaya hidup lama yang tidak berkenan di surga, dan mulai hidup baru sesuai kehendak Allah,bukan lagi menuruti keinginan diri sendiri, melainkan menjadi saksi kasih-Nya,”katanya.
Adapun yang menjadi dasar keselamatan yakni, Bapa mengutus Putra-Nya agar kita memperoleh kehidupan yang berkelimpahan dan karunia keselamatan kekal.
Sedangkan peran Roh Kudus yakni, Allah mengutus Roh Kudus untuk membangun dan mempersatukan Gereja juga menuntun memahami sabda Tuhan (Kisah Para Rasul 1:4–5) serta memperkuat iman lewat Sakramen Krisma dan Ekaristi.
Menjadi Bait Roh Kudus syaratnya yakni:
- Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat
- Berpaut erat kepada-Nya dan menjauhi dosa
- Melakukan pertobatan sejati untuk hidup baru dalam terang Tuhan
Sementara itu pembawa materi lainya, Romo Atan yang membawakan materi mengenai, Cinta Sejati.
Dikatakan berdasarkan ajaran Paus Yohanes Paulus II dan Santo Theresia dari Avila, Romo Atan menjelaskan bahwa cinta sejati bukan sekadar perasaan sesaat.
Hari kasih sayang sering hanya diisi perasaan tanpa pemahaman yang benar.Lawan cinta bukan hanya benci, melainkan memanfaatkan orang lain demi kepentingan sendiri , ini disebut cinta semu yang merendahkan martabat sesama.
“Cinta sejati harus sampai pada perbuatan.” Ukuran cinta bukan pada perasaan, melainkan pada tanggung jawab kepada pribadi yang dicintai,”ujarnya.
Cinta adalah kesadaran akan kebaikan diri sendiri dan kebaikan orang lain, saling melengkapi.Diteguhkan dalam ikatan suci: Baptis, persekutuan, maupun perkawinan. Bukan bertanya “apa yang aku dapatkan?”, melainkan “apa yang bisa aku berikan?”
Manusia memiliki akal budi untuk mengendalikan perasaan agar tidak terjerumus hal negatif.Cinta harus melibatkan Allah, karena Dialah sumber segala kebaikan dan yang menanamkan benih cinta dalam hati.Urutan yang benar: mencintai Allah terlebih dahulu, baru mampu mencintai sesama dengan cara yang sejati,ujarnya.
Sementara itu Suster Stefani yang membawakan materi mengenai penyembuhan batin.
Suster Stefani menjelaskan bahwa batin yang sehat adalah lahan subur bagi tumbuhnya harapan yang kokoh.
Ada 4 macam penyembuhan dasar yang dibutuhkan setiap orang:
- Penyembuhan luka masa lalu: Membebaskan dari rasa sakit, kecewa, atau kesalahan yang membayangi
- Penyembuhan pikiran: Memperbarui cara pandang agar selaras dengan kebenaran sabda Tuhan
- Penyembuhan emosi: Mengelola perasaan agar tidak terjebak amarahDistribution, takut, atau sedih berlebih
- Pemulihan hubungan: Memperbaiki relasi dengan Tuhan, keluarga, dan sesama.
Pelaksanaan kemping rohani selain materi, kegiatan juga diisi dengan nyanyi dan puji-pujian yang mengawali setiap sesi dengan menyembah dan bersyukur juga doa bersama dan meditasi.
Kegiatan kerohanian lainnya berupa pembasuhan kaki yang merupakan momen merenungkan kerendahan hati dan semangat melayani juga pengakuan dosa, kesempatan membersihkan hati dan menerima pengampunan Tuhan serta pencurahan Roh Kudus, memohon penguatan untuk hidup baru yang penuh harapan.
Kegiatan lainnya berupa Outbound yaitu games waterboom, lompat karung, pipa bocor, estafet sarung, kreta balon, dan army (mencari kelereng dilumpur). (*)



