Mahasiswa Uniflor Ende Hidupkan Nilai Budaya Nagekeo Lewat Drama Musikalisasi

Wujud Nyata Peran Uniflor sebagai Mediator Budaya
Oleh: Vinsensius Jeradu dan Virgilius Duek
ENDE,GlobalFlores.com — Dalam semangat melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Flores (Uniflor) melaksanakan kegiatan lapangan di Kampung Adat Tutubhada, Kabupaten Nagekeo,Sabtu (4/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah pembelajaran seni musik dan seni tari, dengan fokus pada pementasan drama musikalisasi berbasis budaya Etnis Nagekeo.
Adapun mahasiswa yang terlibat yakni Virgilius Duek, Maria Oktaviani Gobhe Moni, Maria Aurelia Eno Meko, Aleksander Winggu, Yohanes Paul Leumesan Kilok, Modesta Rengo, Maria Helena Gego, Fransiskus Pance Ruku, Mathias Fandy Bata Weka.
Melalui kunjungan langsung ke kampung adat, para mahasiswa melakukan penelitian budaya dan wawancara mendalam bersama Ketua Adat dan Wakil Ketua Adat Kampung Tutubhada.
Tujuannya adalah untuk memahami asal-usul kampung, makna simbolik tradisi, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat adat Nagekeo yang diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Adat Kampung Tutubhada, Aloysius Lepa menyampaikan bahwa kampung tersebut merupakan salah satu warisan leluhur yang sarat dengan makna persaudaraan dan penghormatan terhadap alam.
“Setiap rumah, batu, dan tarian di Tutubhada memiliki kisah dan pesan. Kami hidup dalam keseimbangan dengan alam dan sesama manusia,” katanya.
Bagi para mahasiswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan akademik. Mereka belajar bagaimana seni tari dan musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi nilai dan identitas budaya. Hasil dari kegiatan lapangan ini akan dituangkan dalam drama musikalisasi bertema
“Asal-Usul Kampung Tutubhada”, yang menggabungkan unsur tari tradisional, musik lokal, dan teater naratif untuk menyampaikan pesan budaya secara edukatif dan kreatif.
Dosen pengampu mata kuliah, Virgilius Bate Lina, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari visi Universitas Flores sebagai mediator budaya di kawasan timur Indonesia.
“Uniflor berkomitmen untuk menjadi jembatan antara dunia akademik dan kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar seni, tetapi juga menjadi agen pelestarian budaya yang membawa nilai-nilai lokal ke dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.
Dikatakan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berakar di Flores, Universitas Flores memandang budaya sebagai sumber pengetahuan dan moralitas yang penting bagi pembangunan manusia.
Dalam konteks itu, drama musikalisasi ini tidak sekadar tugas mata kuliah, tetapi manifestasi nyata dari semangat Uniflor untuk memediasi, menghidupkan, dan mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam ruang akademik dan masyarakat luas,ujarnya.
Mahasiswa peserta kegiatan, Virgilius Duek atau akrap di sapa Rul, mengungkapkan rasa bangganya setelah belajar langsung dari masyarakat adat.
“Kami merasa terhubung dengan akar budaya lokal daerah lain sedaratan flores, walaupun saya dari manggarai dengan akar budaya yang berbeda saya jadi mengetahui keindahan budaya lain seperti di Negekeo ini. Melalui drama musikalisasi ini, kami ingin memperkenalkan bahwa budaya Nagekeo bukan hanya cerita masa lalu, tapi sumber inspirasi masa depan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkaya pemahaman tentang seni dan budaya, tetapi juga mewujudkan peran mereka sebagai pembelajar yang kreatif, reflektif, dan berkarakter.
Proyek ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi ruang dialog antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan tradisional, sebagaimana ditekankan dalam visi Universitas Flores: “Menjadi universitas unggul dan Terpercaya sebagai mediator budaya.”
Dengan semangat tersebut, kegiatan pembelajaran seni di Kampung Adat Tutubhada menjadi simbol nyata bagaimana Uniflor terus berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pembentukan karakter, identitas, dan kemanusiaan generasi muda



