Religi

Paroki Mautapaga Ende Gelar Seminar Ekologis Kristen, Seruan Laudato Si Tidak Berhenti Di atas Kertas

ENDE,GlobalFlores.com- Paroki Santo Yoseph Feinademetz Mautapaga, Kevikepan Ende, Keuskupan Agung Ende, menggelar Seminar Ekologis Kristen, Sabtu (4/6/2026) di Aula Paroki, Abdon Longginus Da Cunha, Mautapaga.

Sebagai narasumber dalam seminar tersebut Romo Reginald Piperno selaku Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau Keuskupan Agung Ende.

Dan Kanisius Se, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende.

Damianus Frayalus selaku Ketua Seksi KPKC, MP dan GPP, seksi yang menyelenggarakan seminar dalam laporannya mengatakan bahwa seminar ini diinisiasi atas kesadaran mendalam bahwa krisis lingkungan hidup yang terjadi di sekitar mulai dari masalah sampah, perubahan iklim, hingga penurunan kualitas air dan udara-bukan lagi sekadar isu sosial, melainkan sebuah krisis iman.

“Dunia, sebagai rumah kita bersama, saat ini mengalami krisis ekologis yang serius. Melalui Ensiklik Laudato Si’, Paus Fransiskus telah mengetuk hati kita untuk melakukan “tobat ekologis” dan merawat bumi sebagai Rahim Bersama,”katanya.

Sebagai bagian dari Gereja, Paroki kita terpanggil untuk membumikan ajaran ini agar tidak berhenti di atas kertas, melainkan mewujud dalam gaya hidup umat dan kebijakan pastoral yang nyata di tingkat lingkungan maupun komunitas,ujar Damianus.

“Melalui seminar dengan tema “Mewujudkan Paroki Hijau Menjawab Panggilan Ensiklik Laudato Si Dalam Kehidupan Berparoki”, kita ingin membangun kesadaran kolektif, mengubah pola pikir dan merumuskan aksi nyata, agar paroki kita menjadi paroki yang ramah lingkungan, bersih dan asri,”katanya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada umat mengenai pentingnya keterlibatan Gereja dalam menjaga keutuhan ciptaan,ujar Damianus.

Adapun tujuan pelaksanaan seminar ujar Damianus adalah untuk meningkatkan kesadaran iman umat untuk peduli pada lingkungan hidup sekitar, berdasarkan ensiklik Laudato Si

Serta mendorong gerakan paroki atau lingkungan hijau melalui aksi nyata seperti pengurangan sampah plastik, pengelolaan sampah rumah tangga, dan penghijauan lingkungan sekitar serta transformasi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dimulai dari keluarga, sehingga paroki  secara bertahap dapat bertransformasi menjadi “Paroki Hijau”.

Juga untuk menyusun rencana kerja atau rekomendasi praktis ekologis yang dapat diterapkan di tingkat KUB, Lingkungan dan Paroki.

Pelaksanaan seminar itu diikuti peserta yang merupakan representasi dari seluruh elemen paroki, mulai dari dewan inti paroki, pengurus lingkungan dan KUB, perwakilan kategori usia (OMK), hingga organisasi kategorial.

“Ini menunjukkan bahwa kerinduan untuk menjaga bumi adalah kerinduan kita bersama,”ujarnya. (rom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan