Ragam

Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao,Rabu (20/4/2022)

SEMANGAT PAGI, dalam Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Menampakkan Diri Di jalan Ke Emaus (Luk. 24: 13 – 35). Penampakan diri Yesus kepada kedua murid yang pergi ke Emaus, mau menunjukkan bahwa Yesus sungguh sungguh bangkit, sebab sebelumnya Ia menampakkan diri Nya kepada Maria Magdalena dan murid Yesus yang lain. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus yang bangkit harus berkali-kali menampakkan diri Nya kepada para murid Nya? pertama para murid Yesus belum mengerti dengan apa yang pernah dinubuatkan oleh Yesus sebelum Ia menderita, bahwa Anak Manusia akan diserahkan kepada imam imam kepala, dibunuh, wafat di salib, dimakamkan dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan. Jadi, dengan menampakkan diri Nya kepada para murid Nya, mau membuktikan kebenaran akan perkataan Nya. kedua dengan menampakkan diri Nya kepada para murid Nya, Yesus mau meneguhkan dan menguatkan iman para murid Nya. Bahwa iman kepada Yesus tidak lah sia sia. Namun, memang untuk sampai kepada beriman dan percaya yang sungguh perlu proses dan waktu. Seperti yang dialami oleh kedua murid yang pergi ke Emaus. Mereka mengalami kehadiran Yesus dalam bentuk yang lain, sehingga mereka tidak mengenali Yesus. Namun, Yesus tahu kalau mereka adalah murid Nya. Dan barulah mereka mengenali Yesus, ketika Yesus mengadakan perjamuan Ekaristi. Hati dan mata mereka terbuka kalau yang bercakap cakap dengan mereka diperjalanan tadi adalah Yesus yang bangkit. ” Bukankah hati kita berkobar kobar, ketika Ia berbicara dengan kita ditengah jalan dan ketika Ia menerangkan kitab suci kepada kita?”. Setelah mereka mengalami kehadiran Yesus yang bangkit, mereka segera kembali ke Yerusalem untuk memberikan kesaksian kepada para murid yang lain, tentang apa yang mereka alami dan rasakan bersama Yesus yang bangkit. Dengan demikian, peristiwa penampakan Yesus kepada kedua murid Emaus memberikan dua pesan kepada kita, yakni: pertama Yesus yang bangkit sungguh sungguh hadir dalam liturgi Sabda saat perayaan Ekaristi Kudus. kedua Yesus juga sungguh sungguh hadir saat liturgi Ekaristi. Hal ini dialami oleh kedua murid Emaus. Mereka memberikan kesaksian, saat duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat lalu memecah mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada mereka. Demikianlah, Yesus mendidik iman para murid Nya. Kita para murid Nya yang hidup di zaman sekarang, tidak pernah melihat Yesus, namun kita percaya kepada Nya bahwa Ia selalu menampakkan diri melalui liturgi Sabda dan liturgi Ekaristi, terlebih melalui tubuh dan darah Nya. Dan untuk bisa menyadari kehadiranNya, kita perlu membuka hati dan pikiran. Semoga demikian ūüôŹūüôŹ

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan