Hasilkan 250 Ton Sampah Perhari, Kadis DLH Ende Ungkap Kebiasaan Warga Buang Sampah di Got Tidak Bisa Ditoleransi
ENDE,GlobalFlores.com-Kabupaten Ende secara umum dalam sehari bisa menghasilkan 250 ton sampah sementara untuk Kota Ende bisa menghasilkan 30 hingga 40 ton sampah perhari.
Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, Kanis Se mengatakan hal itu saat tampil sebagai narasumber pada kegiatan seminar Ekologi Kristen di Aula Paroki St Yosef Freinademetz, Mautapaga,Ende,Sabtu (4/7/2026).
Kanis mengatakan bahwa dengan jumlah sampah yang cukup banyak tersebut tentu menimbulkan pertanyaan siapa yang harus bertanggungjawab atas semua permasalahan tersebut.
Yang harus bertanggungjawab atas persoalan sampah tersebut ujar Kanis adalah semua pihak baik itu masyarakat juga lembaga keagamaan, lembaga pendidikan maupun pemerintah serta pihak lain yang juga berkontribusi terjadinya sampah.
Kanis mengatakan bahwa sampah baik di kota maupun diluar kota pada umumnya datang dari rumah tangga yang dihasilkan seusai proses memasak makanan.
Dan untuk itu pihaknya meminta hendaknya sebelum sampah dibuang ke tempat sampah hendaknya sampah yang ada dipilah sesuai jenisnya antara sampah organik dan non organik.
Sampah-sampah yang ada hendaknya dikelola kembali baik untuk pakan ternak maupun pupuk bahkan bila perlu dijual kembali ke pengepul seperti sampah plastik terutama botol maupun kaleng bekas ataupun kawat juga besi,jangan semuanya disatukan dalam kantong sampah dan dibuang ke tempat sampah,ujar Kanis.
Kanis mengatakan salah satu perilaku buruk warga di Kota Ende ini saat ini adalah kebiasaan membuang sampah ke got atau drainase pada saat hujan turun.
Kebiasaan membuang sampah ke got ujar Kanis adalah perilaku buruk yang tidak bisa ditoleransi dan untuk itu dia berharap agar warga segera sadar dan mengubah kebiasaan tersebut.
Kanis mengatakan membuang sampah ke got tidak menyelesaikan masalah sampah namun menimbulkan masalah baru yang justru merugikan banyak orang seperti terjadinya luapan air ke jalan raya yang mengganggu arus lalu lintas juga bisa meluap ke rumah rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah.



