Jurnalisme Warga

Mantap, Pondok Bina Olangari Ende Berikan Pendampingan Psikologi Untuk Keluarga Yang Berduka

Oleh: Agustina Serlita Meo, Mahasiswa STIPAR Ende

Pondok Bina Olangari, yang terletak di Jalan Melati Nomor 22, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, selain menyiapkan tempat penginapan dan aula juga menyiapkan pendampingan psikologi bagi keluarga yang berduka.

Pelaksanaan  pendampingan perdana dimulai pada Jumat, 17 Januari 2025.

Kegiatan  yang baru pertama kali diadakan sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan emosional kepada individu atau keluarga yang tengah menghadapi kehilangan orang terdekat.

Pendampingan ini dipimpin oleh psikolog, yang juga seorang imam di Keuskupan Agung Ende, RD Norbertus Labu, yang memiliki pengalaman luas dalam membantu proses penyembuhan emosional.

Pendampingan psikologi ini difokuskan pada keluarga yang mengalami kehilangan, dengan tujuan utama membantu mereka mengatasi perasaan kesedihan, kecemasan, dan kebingungan yang sering kali datang setelah kehilangan orang tersayang.

RD Norbertus Labu saat memberikan pendampingan psikologi kepada keluarga yang berduka.

RD Nobertus Labu saat ditemui, Jumat 31 Januari 2025, menjelaskan bahwa kehilangan adalah pengalaman yang sangat berat, dan banyak individu membutuhkan bantuan untuk menjalani proses berduka dengan lebih sehat secara mental.

“Sebagai seorang imam dan psikolog, saya melihat bahwa jarang sekali ada pendampingan psikologis bagi orang-orang yang beduka atau  kehilangan orang yang mereka sayangi. Maka melalui kegiatan pendampingan psikologi ini saya berharap bisa membantu sanak saudara kita yang mengalami keterpurukan secara emosional,”kata RD Nobertus Labu.

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi keluarga yang berduka untuk berbicara dan membuka perasaan mereka, sekaligus belajar cara-cara untuk mengelola stres dan perasaan yang muncul setelah kehilangan,” ujar RD Nobertus Labu.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dengan sesi konseling kelompok, di mana peserta diajak untuk berbagi pengalaman mereka.

Selain itu, terdapat juga sesi individual bagi mereka yang membutuhkan pendampingan lebih personal. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para peserta menemukan kekuatan dalam diri mereka dan melanjutkan kehidupan meskipun dalam situasi penuh tantangan emosional,ungkap RD Nobertus.

Dikatakanya, dengan adanya pendampingan psikologi ini, diharapkan keluarga yang ditinggalkan dapat menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan emosional.

RD Nobertus Labu juga menambahkan bahwa pendampingan psikologi ini bukan hanya untuk membantu keluarga yang berduka, tetapi juga untuk membangun kesadaran pentingnya kesehatan mental dalam proses berduka.

“Saya selalu siap melayani keluarga atau sanak saudaraku yang ingin menjalani konseling, dan saya berharap kegiatan ini akan terus berkembang,”katanya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari keluarga yang hadir, dan diharapkan akan terus berlanjut sebagai upaya untuk membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan serupa.

Dengan adanya program seperti ini, keberadaan Pondok Bina Olangari dapat terus menjadi tempat yang aman bagi keluarga yang berduka untuk menerima dukungan psikologis yang mereka perlukan dalam masa-masa sulit tersebut,ujar RD Nobertus.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan