Ingatlah, Yesus Pergi Menyediakan Tempat Bagi Kita Di Rumah Bapa
Renungan Minggu (3/5/2026) Oleh Fr Yohanes Berchmans BHK
Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Berbahagialah Kita yang percaya kepada Yesus yang bangkit, sebab kelak kita akan ada bersama-Nya di rumah Bapa. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Paskah V.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 14: 1 – 12, yakni rumah Bapa.
Para saudaraku, Yesus pergi bukan untuk meninggalkan kita, melainkan untuk menyiapkan tempat di rumah Bapa. Ia tahu HATI murid-murid-Nya gelisah, sama seperti kita ketika doa, ibadat dan ekaristi, terasa hampa atau kehadiran-Nya seakan jauh. Karena itu Ia berpesan: “Jangan gelisah hatimu.
Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Percaya bukan sekadar kata, atau NARASI, melainkan hidup secara BARU.
Iman sejati menuntut kesetiaan dalam doa, ketekunan dalam ibadat, dan perayaan ekaristi, namun tidak berhenti di Gereja atau Kapela, melainkan harus berbuah dalam keseharian. Percaya berarti bangkit dari manusia LAMA menjadi manusia BARU, yang mengasihi dengan tulus, mengampuni tanpa syarat, dan melayani tanpa pamrih.
Yesus berkata: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar.” Lebih besar bukan karena kita hebat, melainkan karena Ia hidup melalui kita.
Maka IMAN yang berbuah menjadikan kita manusia beradab, berbudaya, dan berkualitas, memancarkan kemuliaan-Nya lewat hidup yang sederhana namun teguh.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, Yesus tidak sibuk menyiapkan surga lalu melupakan kita di bumi. Justru Ia memampukan kita menjadi “RUMAH” bagi sesama yang lelah dan haus akan KASIH. Maka, jangan hanya menunggu tempat di surga, melainkan jadikan diri kita sebagai “RUMAH”yang aman bagi sesama di dunia ini.
Cara terbaik mempersiapkan pertemuan dengan Yesus adalah dengan kita hidup seperti Yesus sekarang ini, yakni: bangkit, percaya, dan berbuah dalam kasih.
Pertanyaan Refleksi
- Apakah aku sungguh percaya bahwa Yesus sedang menyiapkan tempat bagiku, sehingga hatiku tidak perlu gelisah?
- Bagaimana kesetiaan dalam doa, ibadat, dan ekaristi telah membentukku untuk bangkit dari manusia lama menjadi manusia baru?
- Dalam hal apa aku sudah berbuah nyata, mengasihi dengan tulus, mengampuni tanpa syarat, dan melayani tanpa pamrih, sebagai tanda imanku kepada Yesus?
Selamat berefleksi dan Selamat berhari Minggu🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Engkau pergi bukan untuk meninggalkan kami, melainkan menyiapkan tempat di rumah Bapa. Ajarlah kami untuk percaya tanpa gelisah, bangkit dari manusia lama menjadi manusia baru, setia dalam doa, ibadat, dan ekaristi.
jadikan hidup kami berbuah dalam kasih yang tulus, pengampunan tanpa syarat, dan pelayanan tanpa pamrih, agar kami menjadi rumah yang aman bagi sesama sambil menanti kedatangan-Mu. Amin.



