Buntut Kasus Penganiyaan,Dua Anggota Brimob Maumere Polisikan Warga
MAUMERE, GlobalFlores,com – Dua anggota Brimob Briptu M dan Briptu T yang sebelumnya diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap Tadeus Nong Payung (25) dan Martinus Rino (23) asal Kecamatan Hewokloang,Kabupaten Sikka balik mempolisikan keduanya, lantaran menjadi pelaku pemukulan terhadap M dan T saat tengah meleraikan masa yang berkerumunan diruas jalan trans Flores.
Kepada media ini, Selasa (12/9/2023) M juga menunjukan bukti laporan polisinya bernomor LP/PB/158/IX/2023/SPKT/Polres Sikka/ Polda Nusa Tenggara Timur .
Hal ini disampaikan M dan T yang ditemui media ini, Selasa (12/9/2023) di di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Kewapante, Kabupaten Sikka.
Briptu M kepada media ini menjelaskan bahwa awal kejadian keributan diruas jalan dekat Pelabuhan Fery Kewapante itu, M Bersama isteri dan anaknya hendak ke Mako Brimob untuk mengikuti apel malam.
Tiba di ruas jalan itu M melihat kerumunan warga yang memenuhi badan jalan sehingga menghambat arus lalulintas. Sebagai anggota yang berpakaian dinas lengkap, M kemudian mendekat kerumunan warga yang tengah ribut. M berusaha untuk melerai agar arus lalulintas dapat berjalan normal.
“ Saya bersama isteri dan anak hendak ke Mako untuk mengikuti apel malam saat tiba di lokasi kejadian saya melihat kerumunan orang begitu banyak, dan arus lalulintas terhambat karena banyak warga yang menutupi badan jalan, sehingga saya mendekat kerumunan warga untuk melerai,”kata M.
Ketika hendak melerai pertikaian antara warga itu lanjut M, salah seorang warga yang diketahui bernama Tadeus berteriak sambil mencaci maki, pada saat M mendekat aroma alkohol sangat tajam dari mulutnya. M dengan tenang mempertanyakan masalah keributan itu, salah seorang warga secara spontan menyampaikan kalau sedang terjadi percecokan.
M kemudian berinisiatif untuk membawa Tadeus ke Polsek Kewapante yang tidak jauh dari lokasi kejadian, agar dapat diselesaikan secara baik-baik dan tidak menimbulkan keributan di jalan umum, namun Tadeus yang dalam kondisi mabuk berat itu menolak untuk dibawa ke Polsek. Karena terus berteriak dan mencaci maki, yang mengganggu ketentraman umum dan menyita perhatian warga masyarakat.
Agar tidak menghambat arus lalulintas, M kemudian membawa Tadeus ke Polsek Kewapante, namun belum sempat membawanya, Tadeus langsung melancarkan pukulan ke dada M, walau demikian M tetap memegang erat tangannya untuk dibawa ke Polsek. Tiba di Polsek Tadeus langsung melarikan diri ke rumah warga sekitar.
“Walaupun tadeus memukul dada saya, saya tetap memegang kuat tangannnya untuk dibawa ke Polsek agar segera di selesaikan dan tidak menimbulkan keributan di jalanan umum. Sesampainya di Polsek Tadeus langsung melarikan diri kerumah warga. Di saat melarikan diri itulah Tadeus terjatuh karena menabrak tali jemuran,” kata M.
M berupaya untuk mengejar, namun Tadeus Kembali melarikan diri dengan melompat tembok warga. M kemudian kembali ke lokasi kejadian untuk membawa dua teman lainnya untuk dibawa ke Polsek Kewapante.
Hal sendana juga disampaikan Briptu T yang juga datang bersama isteri untuk mengikuti apel malam di Mako Brimob sekitar pukul. 19.45 wita.
T yang menggunakan sepeda motor dinas dengan nomor polisi 173 /4/3/XX itu berhenti tidak jauh dari kerumunan massa, T juga melihat Briptu M tengah meleraikan massa.
T mengira kerumunan warga itu akibat lakalantas, yang menyebabkan akses jalan terhambat oleh kerumunan warga. Namun saat Briptu M tengah melerai keributan warga itu, T melihat ada warga yang menyerang M dari arah belakang. Sontak T langsung berlari ditengah kerumunan warga untuk ikut membantu M meleraikan warga.
Kepada media ini T juga menunjukkan laporan polisi nomor, LP/PB/157/IX/2023/SPKT/Polres Sikka/ Polda Nusa Tenggara Timur .
“Melihat M di pukul dadanya saat meleraikan warga, saya melihat sejumlah warga memukul M dari arah belakang. Saya kemudian spontan langsung menuju M untuk ikut membantu meleraikan warga. Ketika itu saya menyampaikan untuk jangan rebut dijalan namun tidak didengar, malah saya dipukul oleh warga yang dalam kondisi mabuk,”kata T.
Saat T sedang memegang salah seorang pelaku, T lagi – lagi mendapat pukulan dari arah belakang yang menyebabkan T terjatuh bahkan ada yang lainnya memukul bagian kepala T. Hanya saja ketika itu T masih menggunakan helem. Walau dalam kondisi terjatuh, T tetap memegang erat salah satu tangan pelaku. Pelaku tersebut kemudian arahkan ke Mako Brimob yang selanjutnya di arahkan ke Polsek Kewapante.
“Pada saat terjatuh, isteri menyaksikan bagaimana beberapa pelaku memukul saya. Saat itu isteri langsung berteriak untuk stop memukul, namun tidak diengar, malah tangan isteri dipukul dan diacam untuk di bunuh,” kata T. ( rel )



