Hironimus Minggu Terpilih Sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Ende
ENDE,GlobalFlores.com- Hironimus Minggu, terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten, Ende (PPOKAE), Minggu (1/3/2026) dalam proses pemilihan yang berlangsung di Aula STIPAR Ende.
Dalam pemilihan itu Hironimus berhasil meraih 24 suara dari total 47 suara peserta pemilihan.

Sedangkan kontestan lainnya atas nama, Christina Pero meraih 16 Suara dan Lukas Raja 5 suara serta Ahmad Y. Tahir 2 Suara dan Yanus Oja tidak mendapatkan suara pemilih.
Dalam tor yang didapatkan dari panitia, Celo, menyebutkan bahwa Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Ende (PPDKAE) merupakan wadah perjuangan bersama bagi penyandang disabilitas dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, partisipasi, dan aksesibilitas di Kabupaten Ende.
“Kepemimpinan yang kuat, inklusif, dan berkomitmen sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan program dan advokasi organisasi,”kata Celo.
Sehubungan dengan berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya, maka perlu dilaksanakan pemilihan Ketua PPDKAE yang baru secara demokratis, transparan, dan partisipatif, dengan melibatkan seluruh anggota disabilitas,ujar Celo.
Adapun tujuannya adalah secara umum untuk memilih Ketua PPDKAE yang baru secara demokratis dan partisipatif serta secara khusus memberikan ruang kepada calon ketua untuk memaparkan visi, misi, dan program kerja juga mendorong partisipasi aktif anggota dalam proses pemilihan.
Juga menghasilkan pemimpin yang berkomitmen terhadap perjuangan hak penyandang disabilitas.
Sementara itu pembina, Dr Fransiskus Z,M,Deidhae,MA atau yang akrab disapa RD Fery mengingatkan kepada para pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten, Ende (PPOKAE) untuk memperhatikan data-data keanggotaan baik yang ada di dalam Kota Ende maupun diluar Kota Ende karena sejauh ini belum ada data yang valid mengenai jumlah anggota disbilitas di seluruh Kabupaten Ende.
RD Fery meminta agar semua anggota disbilitas juga wajib memiliki data-data diri seperti KTP ataupun kartu KIS maupun BPJS Kesehatan sehingga mempermudah pengurusan administrasi baik untuk Kesehatan ataupun kerja.
Anggota disbilitas juga diharapkan memiliki kemampuan diri seperti menjahit ataupun menenun maupun tehknis lainnya sehingga tidak harus bergantung kepada orang lain meskipun memiliki keterbatasan fisik.



