Perse Ende Now Or Never

Laga lanjutan di group A yang mempertemukan tuan rumah Perse Ende melawan tim dari Nusa Kenari,BMU Alor Pantar, Sabtu (15/11/2025) merupakan laga hidup mati bagi Perse Ende karena bagi anak-anak Laskar Kelimutu laga melawan BMU Alor Pantar adalah merupakan kesempatan untuk bangkit untuk meneruskan napas mereka di turnamen paling bergensi di Provinsi NTT,Piala Gubernur Liga IV ETMC 2025.
Bagi Perse Ende laga sore nanti adalah kesempatan terakhir untuk bisa terus berkiprah dalam balantika sepakbola tertinggi di Provinsi NTT.
Perse Ende Now Or Never, sekarang atau tidak samasekali. Itu mungkin kata-kata yang pas untuk menggambarkan kondisi Perse Ende saat ini.
Hanya kemenangan atas BMU Alor Pantar yang bisa membuat Perse Ende bisa terus berkiprah karena apabila kalah maka tim Perse Ende dipastikan hanya akan menjadi penonton bagi tim-tim lain dan kalau itu terjadi apa kata “tetangga” yang selalu berisik dan selama ini menjadi rivalitas tim Perse Ende.
Bagi Perse Ende laga lawan BMU wajib dimenangkan dan itu telah menjadi komitmen semua tim sebagaimana dikemukan oleh kapten tim,Adi Atep seusai laga melawab Citra Bakti Ngada.
“Dua partai tersisa melawan BMU Alor dan Sergio FC, wajib meraih poin penuh, untuk menyegel satu tiket ke babak 16 besar,”ujarnya.
Adi mengatakan bahwa mereka harus bangkit di dua laga sisa.
Sementara Manajer tim Perse Ende, Michael Tani Badeoda (MTB), mengatakan, kondisi tim kondusif dan tetap melakoni program latihan dari tim pelatih.
Menurutnya dia dan semua unsur tim siap bangkit saat laga melawan BMU Alor.
Menurutnya kalah di laga awal itu bukan sebuah akhir dari perjuangan Perse Ende namun itu menjadi motivasi untuk bangkit di laga kedua melawan BMU Alor.
Kekalahan pada laga perdana saat berhadapan dengan Citra Bakti Ngada (CBN) memang menyesakan bagi seluruh pencinta Perse Ende dan hal itu seakan memupus mimpi Perse Ende.
Tenang kawan itu laga awal karena seakan-akan seperti cerita di film-film laga biasanya sang jagoan kalah duluan baru menjadi pemenang di akhir.
Semoga cerita di film itu benar-benar menjadi nyata bagi Perse Ende dan bukan sebaliknya ketika sang sutradara merubah jalan cerita menjadi bad ending bukan happy ending,semoga tidak.



