Jurnalisme Warga

Dari Puisi W.S. Rendra Berjudul Balada Penyaliban, STIPAR Ende Gelar Jalan Salib Tematis Perdana

Oleh Mahasiswa STIPAR Ende:

1. Maria Elisabeth Koja

2. Valeria Triana Putri Reko

3. Felixitas Mayesti

4. Hiasinta Icaratna Kune

ENDE,GlobalFlores.com-Diangkat dari puisi karya W.S. Rendra berjudul Balada Penyaliban, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende menggelar ibadat Jalan Salib Tematis yang sarat makna, Jumat (28/03/2025) di Aula Mgr. Donatus Djagom SVD, Kampus STIPAR Ende.

Ibadat yang diselenggarakan oleh Mahasiswa STIPAR ENDE ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Prapaskah khususnya sebagai pelaksanaan Jalan Salib Minggu keempat.

Ibadat ini mengangkat semangat Tahun Yubelium: Ziarah Pengharapan. Jalan Salib ini bukan merupakan pementasan atau pertunjukan seni, melainkan sebuah bentuk ibadat yang mengajak umat yang hadir untuk merenungkan kembali sengsara Yesus Kristus dalam suasana doa dan permenungan.

Penulis naskah sekaligus sutradara ibadat ini, Anselmus D. W. Atasoge, menyampaikan bahwa inspirasi utama berasal dari semangat Tahun Yubelium.

Dengan Jalan Salib ini, semua orang berkehendak lain mau terlibat dalam Jalan Salib Yesus, mau menimba spirit dari Jalan Salib ini untuk dapat menjadi peziarah-peziarah yang penuh Pengharapan,” ujarnya.

Ia berharap, ibadat ini dapat menginspirasi semua orang untuk bangkit dari keterpurukan dan persoalan hidup.

Persiapan ibadat ini berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Meski terbatas waktu, kekuatan simbol dan makna tetap dihadirkan, terutama di perhentian ke-12.

“Kami angkat puisi karya W.S. Rendra berjudul Balada Penyaliban. Itu kami coba untuk mengantar semua orang yang terlibat masuk ke dalam suasana Yesus dan menimba spirit dari situasi penyaliban itu,” ungkapnya.

Andreas Gerson Dula Putra, mahasiswa semester 4D yang terlibat sebagai pemeran dalam ibadat ini, mengungkapkan perasaannya.

“Saya merasa bangga karena saya mampu melatih diri saya sendiri untuk memerankan Jalan Salib Tematis ini. Karena jujur, ini kali pertama saya memerankan Jalan Salib Tematis. Saya juga merasa terharu karena ada adegan-adegan tertentu yang membuka hati yang benar-benar menjiwai,”katnya.

Ia juga menambahkan tantangan utama dalam latihan adalah melatih artikulasi dan intonasi agar peran dapat dibawakan dengan baik dan menyentuh.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh umat yang mengikuti ibadat.

“Ini merupakan Jalan Salib perdana bagi STIPAR, jadi saya merasa tersentuh, terharu, sekaligus ikut sedih. Yang membawakannya sangat bagus, kata-katanya menyentuh hati. Yang paling saya suka adalah lagu-lagu dan pembacanya yang sangat bagus,”kata Silversius Karol Pega, mahasiswa semester 6B

Ia secara khusus menyoroti perhentian ke-12 sebagai bagian yang paling membekas.

“Puisi Balada Penyaliban dibawakan sangat bagus dan sangat mendalami, sehingga membawa kesan sedih dan terharu bagi kita yang mendengarnya,” tuturnya.

Melalui ibadat ini, semangat Prapaskah di lingkungan STIPAR Ende semakin diteguhkan. Jalan Salib Tematis ini menjadi ruang rohani yang menyentuh hati, memperdalam iman, dan memperkuat pengharapan dalam peziarahan hidup setiap umat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan