Pemilihan Penyuluh Agama Katolik Teladan Kemenag Kabupaten Ende Bukan Sekedar Ajang Seremoni
ENDE, GlobalFlores.com-Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Niko Payon,S.Ag, mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan penyuluh Agama Katolik teladan Tingkat Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende Tahun 2024 bukan sekedar ajang seremoni namun memiliki pesan yang mendalam.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Niko Payon,S.Ag, saat membuka kegiatan pemilihan penyuluh Agama Katolik teladan Tingkat Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende Tahun 2024,Senin (28/10/2024) di Aula Amal Bhakti, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Jalan Melati, Kota Ende.
Untuk itu ujar Niko Payon pihaknya berharap bahwa keberadaan para penyuluh Agama Katolik di tengah-tengah masyarakat dan gereja harus memberikan makna lebih bukan sekedar hadir secara fisik semata.
Para penyuluh agama Katolik juga adalah mata dan jendela dari Kementrian Agama karena keberadaan mereka di tengah masyarakat diutus oleh Kementrian Agama dan juga diberi honor oleh Kementrian Agama untuk menjadi seorang penyuluh.
Namun ironisnya selama ini para penyuluh terkesan melupakan keberadaan Kementrian Agama yang justru memberi mereka makan setiap bulan.
Niko berharap agar para penyuluh agama memiliki kepekaan akan kehadiran negara melalui Kementrian Agama di tengah-tengah masyarakat dan gereja.
Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, Yosep Jemali S.E dalam laporannya mengatakan dalam upaya mendukung pembangunan bangsa, Kementerian Agama mempunyai tenaga teknis keagamaan diantaranya adalah penyuluh agama.
Pentingnya peranan Penyuluh Agama ini diamanatkan pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 9 tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2020 tentang Pembentukan Organisasi Profesi Jabatan Fungsional.
Penyuluh yaitu Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, dan Non Pegawai Negeri Sipil untuk melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama kepada masyarakat.
Penyuluh Agama diberi tugas, tanggungjawab, wewenang, hak secara penuh untuk melakukan bimbingan atau penyuluhan agama, dan pengembangan bimbingan atau penyuluhan keagamaan dan pembangunan,ujar Yosep.
Dikatakan bimbingan atau penyuluhan agama merupakan suatu proses pengubahan perilaku yang dilakukan melalui penyebaran informasi, komunikasi, motivasi, konseling, edukasi, fasilitasi, dan advokasi baik secara lisan, tulisan, dan praktek dalam rangka pengembangan pengetahuan, sikap, dan perilaku kelompok masyarakat.
Dengan harapan agar masyarakat mengetahui, termotivasi, dan mampu memahami, melaksanakan ajaran agama dengan benar, sekaligus mempunyai kepedulian dan partisipasi aktif dalam pembangunan bidang sosial atau keagamaan dengan bahasa dan ajaran agama,ujar Yosep.
Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah, memberikan motivasi kepada Penyuluh Agama Katolik untuk meningkatkan kinerja, kompetensi, dan pengembangan karir.
Juga sebagai bentuk apresiasi kepada Penyuluh Agama Katolik yang melaksanakan inovasi dalam program bimbingannya serta memperkuat kerukunan umat beragama dan meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan Agama Katolik.
Juga menemukan sosok Penyuluh Agama Katolik Teladan yang mampu menjadi agen moderasi beragama,ujar Yosep.
Kegiatan Event Pemilihan Penyuluh Agama Katolik Teladan Tahun Anggaran 2024 dilaksanakan selama satu hari, pada hari Senin, 28 Oktober 2024.
Yosep mengatakan kegiatan ini melibatkan peserta sebanyak 36 peserta dan bertindak selaku tim juri yakni Drs Antonius We dan Reverendus Dominus (RD) Dr. Yosef Aurelius Woi Bule, Lic serta lavianus Lepa, S. Fil.



