Regional

Empat Rumah Warga di Kabupaten Sikka Diterjang Angin Puting Bliung, BPBD Dituding Masa Bodoh

MAUMERE, GlobalFlores.com  – Empat rumah warga di Rt.009 dan Rt.08, Rw.003, Kelurahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur di diterjang angin puting bliung, Kamis  (22/12) pkl. 22.30  wita.

Akibat putting beliung tersebut atap rumah warga itu berindah ke tempat lain, hingga yang tersisa badan rumahnya.

Kepala BPBD Sikka  ketika dihubungi warga menolak tidak hadir, dan spontan menjawab uang tidak ada.

Hal ini disampaikan salah seorang korban,  Sirilus Mbete, Kamis (22/12/2022) di Maumere.

Sirilus menjelaskan, sebelum terjadi puting bliung diawali dengan hujan lebat,  beberapa detik kemudian secara tiba-tiba angin puting bliung menejang bagian atap rumah hingga terpisah dari badan rumah. Warga disekitaranyapun  kaget dan panik hingga berhamburan keluar rumah.

“Angin puting bliung ini terjadi setelah saya selesai makan, tiba-tiba hujan lebat, begitu hujan berhenti, tiba-tiba angin puting bliung menerjang bagian atap rumah sehingga  terpisah dari badan rumah, kami semua panik dan berhamburan keluar rumah,”kata  Sirilus.

Sementara itu salah seorang warga lainnya Arnol Weling  yang merupakan saksi  pada peristiwa itu menjelaskan, bahwa angin puting bliung yang menerjang empat rumah warga itu diantaranya, rumah milik Yohanes Umbu Djowa, yang dihuni oleh 3 orang,  rumah janda Irmina Dade, yang dihuni oleh 5 orang,  rumah milik Thomas lakawolo,  rumah Richardus  Reni Hermanto yang diuni oleh 4 orang.

Arnol menambahkan selain 3 rumah warga yang diterjang angin puting bliung di Rt.009, kelurahan Wairotang, angin puting bliung juga menerjang  rumah salah seoarang janda  atas nama  Bernadeta Tukan, di Rt.008, Rw.003. kelurahan Wairotang.

“Selain 3 atap rumah di Rt.009 yang diterjang angin puting bliung,. Satu Rumah seorang janda di Rt.008  atap rumahnya juga diterjang angin puting bliung,”ujar Arnol.

Arnol menambahkan, akibat angin puting bliung yang dahsyat, ia melihat bagian atap rumah warga dipindahkan diatas bubungan rumah warga lainnya.

Melihat peristiwa itu Arnol kemudian menghubungi kepala BPBD Sikka, heranya, kepala BPBD Sikka terkesan masa bodoh, dan hanya menjawab kalau uang tidak ada. Padahal lanjut Arnol,   dilokasi kejadian sudah hadir camat Alok Timur dan Lurah Wairotang.

“Setelah saya melihat bagian atap rumah sudah berada diatas bubungan rumah warga lainnya, dan yang tersisa hanya badan rumahnya saja, saya langsung menghubungi kepala BPBD Sikka, herannya ditengah warga lagi membutuhkan bantuan,. Kepala BPBD Sikka, terkesan tidak menggubris dan masa bodoh dan menjawab kalau  uang tidak ada,” kata  Arnol.

Salah seorang korban  Yohanes Umbu Djowa,  mengaku pada saat kejadian itu   ia bersama isteri dan seoarang anaknya tengah bersiap siap makan malam, tiba-tiba angin puting bliung menerjang atap rumahnya begitu luat hingga terlepas dari badan rumah.  Melihat kejadian itu Umbu dan isteri langsung berhamburan keluar rumah.

“Kami sedang menyiapkan makan malam, bersama anak dan isteri, tiba-tiba angin kencang begitu kuat menerjang atap rumah hingga terlepas dan saya melihat  atap rumah kami sudah berada diatas bubungan  rumah tetangga,”kata  Umbu. ( rel )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan