Religi

Kerap Mengalami Cobaan Namun Jangan Takut Itu Cara Tuhan Untuk Mendekati Manusia

Renungan Minggu 9 Agustus 2026 Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

*Pax Vobiscum* para saudaraku, yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita mengalami angin sakal atau badai kehidupan. Saat kita mengalami angin sakal atau badai kehidupan itu, Tuhan berinisiatif justru datang menghampiri kita.

Namun, justru kitalah yang tidak mengenal dan tidak menyadari kehadiran Tuhan. Bahkan kita menganggap-Nya hantu, padahal Dia adalah Tuhan. Dan pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XIX.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 14: 22 – 33, yakni Yesus berjalan di atas air. Para saudaraku, danau Galilea malam itu bergolak.

Murid-murid mendayung dengan panik, melawan angin sakal yang menentang setiap usaha mereka. Mereka tidak tahu: Yesus melihat dari bukit doa-Nya. Tanpa diminta, Ia berjalan di atas air menghampiri mereka.

Kehidupan kita pun penuh angin sakal: tagihan, hubungan retak, anak sulit dijangkau, tuntutan pekerjaan. Kita berusaha keras, cemas, begadang, mencari solusi. Namun perahu hidup tetap terombang-ambing. Kita pun merasa Tuhan jauh. Padahal justru saat itu Ia paling dekat.

Ironisnya, ketika Tuhan datang, kita sering salah mengenal-Nya. Murid-murid mengira Yesus hantu. Begitu pula kita: kehilangan pekerjaan kita anggap kutuk, sakit kita kira hukuman, kesendirian kita tafsir sebagai ditinggalkan. Padahal itu cara Tuhan mendekat.

Masalahnya bukan badai di luar, melainkan mata HATI kita yang salah arah. Petrus sempat berjalan di atas air selama matanya tertuju pada Yesus. Namun ketika ia menoleh pada ombak, ia tenggelam. Bukan karena badai makin besar, melainkan karena iman yang mengecil.

Tetapi kabar baiknya: Petrus tidak binasa. Yesus segera mengulurkan tangan, menggenggamnya, dan berkata: “Mengapa engkau bimbang?” Iman sejati tidak terbagi. Selama pandangan kita hanya pada Kristus, badai tak mampu menenggelamkan.

Dan saat Yesus masuk ke perahu, badai pun reda. Kehadiran-Nya cukup untuk mengakhiri kepanikan.

*Pesan Untuk Kita*

Para saudaraku, hari ini mungkin engkau sedang dihantam angin sakal kehidupan. Ingatlah: Yesus sudah melihatmu dari bukit doa-Nya. Ia berjalan di atas badai, bukan untuk menakutkan, melainkan untuk menyelamatkan. Jangan salah sangka yang kamu kira hantu, sesungguhnya, Dia adalah Tuhan yang datang menolongmu. Tetaplah pandang Dia.

Jangan biarkan matamu teralihkan pada besarnya ombak. Sebab tangan-Nya sudah terulur, siap menggenggammu. Dan ketika Ia masuk ke perahumu, badai apa pun akan kehilangan kuasanya. Dia berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut.”

Firman-Nya cukup untuk membuat kita teguh, bahkan di tengah angin sakal kehidupanmu.

*Pertanyaan Refleksi*

1. Dalam situasi sulit, apakah aku mampu melihat bahwa Tuhan hadir, atau justru aku salah mengenal-Nya dan menganggap-Nya sebagai ancaman?

2. Seperti Petrus, apakah mataku lebih sering tertuju pada besarnya ombak daripada pada Yesus? Bagaimana aku melatih iman agar tidak terbagi?

3. Apakah aku sungguh percaya bahwa kehadiran Kristus cukup untuk meredakan badai hidupku, bahkan sebelum masalah selesai?

*Selamat berefleksi..& Selamat berhari Minggu*🙏🙏

*Doa Singkat*

Tuhan Yesus, di tengah badai hidup, Engkau datang berjalan di atas ombak. Ampunilah aku yang sering salah mengenal-Mu. Arahkan mataku hanya kepada-Mu, dan ketika imanku goyah, genggamlah tanganku. Kehadiran-Mu cukup untuk menenangkan hatiku. “Tenanglah! Aku ini, jangan takut.” Amin.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan