Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao – Ende

Kamis (21/4/2022)
SEMANGAT PAGI, dalam Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Menampakkan Diri Kepada Semua Murid (Luk. 24: 35 – 48). Pertanyaannya adalah mengapa Yesus harus Menampakkan Diri Nya berulang ulang kepada para murid Nya? Padahal Dia adalah Allah yang bisa hanya dengan cukup sekali menampakkan Diri Nya, para murid Nya bisa langsung percaya bahwa Yesus telah bangkit. Namun, itu Dia tidak lakukan, mengapa? Yesus ingin agar iman dan kepercayaan para murid Nya tidak tumbuh secara instan, melainkan tumbuh melalui proses alami dan memerlukan waktu. Demikianlah cara Yesus mendidik dan mengajar iman para murid Nya, melalui pendekatan proses. Oleh karena itu, dengan berbagai cara Ia berusaha agar para murid Nya memahami kitab suci, sebagaimana yang telah Ia nubuatkan bahwa pada hari ketiga Ia akan bangkit. Untuk itulah, Ia menampakkan Diri Nya dan berdialog dengan mereka, secara intensif, dengan maksud menginsafkan dan menguatkan serta meneguhkan para murid Nya yang diselimuti oleh rasa takut, bimbang dan ragu. Oleh karena itu, dengan menampakkan Diri Nya berulang ulang, berdialog dengan mereka, mereka menjadi percaya akan Yesus yang bangkit dan siap menjadi saksi tentang kebangkitan Nya. Hal ini menjadi mungkin, karena mereka telah mengalami sendiri proses kemuridannya dari awal mereka dipanggil, sehingga kebangkitan Yesus. Bagaimana dengan kita? Kita pun sebagai murid dan pengikut Yesus, mendapat tugas yang sama, yakni untuk menjadi saksi kebangkitan Kristus, melalui kesaksian hidup kita sesuai dengan panggilan kita masing-masing dimana pun kita hidup dan berada. Dan kesaksian hidup yang kita wartakan adalah kesaksian hidup yang baik dan benar, sebagai manusia baru, manusia yang telah BERTOBAT, dan itu merupakan buah berkat kebangkitan Kristus. Oleh karena itu, kesaksian yang kita wartakan tidak dalam bentuk NARASI, melainkan dalam bentuk AKSI, dalam bentuk PERUBAHAN cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak yang berbeda dari sebelumnya. Semoga demikian šš



