Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk – Ka SMPK Frateran Ndao
SEMANGAT PAGI, dalam Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Beberapa kali Menampakkan Diri Dan Mengutus Murid murid Nya, Yesus Terangkat Ke Surga (Mrk. 16: 9 – 15). Penampakan Yesus beberapa kali kepada para murid Nya, mau membuktikan apa yang telah dinubuatkan Nya, bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ketiga. Hal ini terjadi, mengingat para murid Nya belum sepenuhnya mengerti kitab suci atau pun belum mengerti benar apa yang dinubuatkan oleh Yesus sebelum Ia menderita sengsara, wafat di kayu salib, lalu dimakamkan. Dan melalui peristiwa penampakan itu, Yesus mau mempertegas jati diri Nya, bahwa Dia adalah pewahyuan diri Allah. Atau Dia adalah Allah yang menjelma menjadi Manusia. Dan sebagai Allah, Ia memiliki kuasa atas hidup dan mati. Oleh karena itu, Dia bangkit pada hari yang ketiga, dari antara orang orang yang sudah mati. Dan diharapkan oleh Yesus yang menampakkan diri Nya kepada para murid Nya, termasuk kita adalah percaya kepada Dia yang telah bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus akan mencela kita, karena kita tidak percaya dan degil hati, walau ada yang memberikan kesaksian bahwa Dia telah bangkit. Dan untuk menyakinkan para murid Nya, maka Yesus mengutus mereka (para murid Nya). Dia berkata kepada mereka ” pergilah ke seluruh dunia, beritakan lah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis, akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Dan kita adalah termasuk orang yang percaya dan telah dibaptis, maka konsekuensinya kita akan diselamatkan. Namun, tugas memberitakan Injil ini, bukan hanya tugas para rasul Yesus, melainkan juga merupakan tugas kita para murid Nya yang telah percaya dan telah dibaptis, agar semua orang yang oleh pewartaan kita, mereka pun percaya dan dibaptis, sehingga mereka pun diselamatkan. Dengan demikian, tugas kita adalah membuka jalan keselamatan bagi sesama. Dan yang perlu digarisbawahi adalah bahwa kita memberitakan Injil, tidak perlu dari mimbar ke mimbar, dari panggung ke panggung, melainkan kita memberitakan Injil melalui cara hidup, cara bersikap, cara berperilaku, cara bertutur kata dan cara bertindak yang baik dan benar, yang mencerminkan bahwa kita adalah murid Yesus. Dengan demikian, kita menjadi Injil yang hidup. Semoga demikian. Selamat Berakhir Pekan šš



