Regional

Miris SDA Melimpah Namun Warga Kota Ende Belum Bisa Menikmati Air Secara Penuh, Ini Alasannya

ENDE,GlobalFlores.com-Meskipun memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah berupa sungai yang mengapit Kota Ende yakni Sungai Wolowona dan Sungai Nangaba serta beberapa sumber mata air tanah namun hingga kini Warga Kota Ende belum bisa menikmati pelayanan air selama 1 x 24 jam dari Perumda Air Minum Tirta Kelimutu,Ende selaku instansi pemerintah yang mengelola air minum.

Hal ini dikatakan Anggota Forum Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kelimutu,Ende, Nisan Wangge,saat melakukan kegiatan sosialisasi di Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah,Kabupaten Ende, Jumat (12/6/2026).

Nisan yang juga Dekan Fakultas Tehknik Universitas Flores mengatakan bahwa meskipun Kota Ende diapit oleh dua sungai besar, Kali Wolowona dan Kali Nangaba dan beberapa sumber air permukaan namun hingga kini Warga Kota Ende belum bisa menikmati air sepanjang waktu atau 1×24 jam dikarenakan keterbatasan sarana dan prasana atau infrtarstruktur seperti pipa dan aksesoris pendukung lainnya.
“Kondisi nyata yang terjadi saat ini di Kota Ende masih banyak pipa-pipa lama dan itupun sudah banyak yang keropos dan belum lagi aksesoris lainnya yang juga dalam kondisi tidak baik-baik saja yang tentunya mempengarahi pelayanan air kepada warga atau pelanggan,”kata Nisan.

Nisan mengatakan apabila keberadaan sumber daya alam tersebut dimanfaatkan secara maksimal dengan dukungan infrastruktur yang memadai maka bukan tidak mungkin warga Kota Ende suatu saat bisa menikmati air sepanjang hari atau 1x 24 jam bukan seperti saat ini yang harus bergiliran 2 atau 3 hari sekali.

Menurut Nisan harapan warga untuk bisa menikmati air 1×24 jam tentu bisa terwujud apabila pelanggan juga memberikan dukungan yang memadai dengan membayar air tepat waktu sebelum tanggal 20 dalam bulan.

Namun yang terjadi saat ini adalah meskipun sudah ada warga yang dengan sadar membayar air namun juga masih ada yang menunggak bahkan dalam waktu yang cukup lama.

“Hingga kini utang pelanggan di Perumda mencapai Rp 15 Miliar dan apabila semua utang itu terbayarkan tentu akan bisa dimanfatkan oleh Perumda untuk memperbaiki bahkan mengganti berbagai aksesoris yang rusak termasuk memanfaatkan secara maksimal keberadaan air di Kali Wolowona dan Kali Nangaba untuk masyarakat,”kata Nisan.

Utang tersebut juga apabila dilunasi maka bukan tidak mungkin Perumda bisa membangun bak recevoar yang baru atau bak penampung lainnya guna menyalurkan air kepada warga dengan memanfaatkan air dari Kali Wolowona dan Kali Nangaba yang hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena masih terbatasanya sarana pendukung,ujar Nisan. (rom)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan