Kesehatan

Edukasi Pentingnya Asi dan Perawatan Payudara Wanita Usia Subur Untuk Mencegah Kanker Payudara di Desa Tenda Ondo, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende

Oleh: Marieta KS Bai
Sisilia Leny Cahyani
Maria S Sekunda

PENDAHULUAN

Kesehatan wanita, khususnya dalam hal perawatan payudara dan pemberian Air Susu Ibu (ASI), merupakan isu yang sangat penting namun seringkali belum mendapatkan perhatian yang memadai, terutama di wilayah pedesaan.. ASI merupakan sumber perlindungan dan nutrisi pertama bagi bayi. UNICEF dan WHO merekomendasikan pemberian ASI dalam satu jam pertama setelah kelahiran dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, tanpa tambahan makanan atau cairan lain.

Pemberian ASI dan perawatan payudara merupakan aspek penting dalam kesehatan ibu dan anak. Bukti menunjukkan bahwa menyusui meningkatkan perkembangan kognitif anak-anak sebesar 3-4 poin IQ, mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak dan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap penyakit tidak menular. Bayi yang tidak disusui berisiko hingga 14 kali lebih mungkin meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka daripada bayi yang disusui secara eksklusif selama enam bulan pertama.
ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi memberikan nutrisi optimal dan perlindungan dari berbagai penyakit. Peringatan Pekan ASI Sedunia tahun 2025, UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti pentingnya penguatan sistem dukungan bagi para ibu menyusui di seluruh Indonesia. UNICEF dan WHO mengapresiasi komitmen berkelanjutan Pemerintah Indonesia dalam melindungi, mempromosikan, dan mendukung praktik menyusui. Angka pemberian ASI eksklusif pada bayi usia di bawah enam bulan terus meningkat, dari 52 persen pada 2017 menjadi 66,4 persen pada 2024.

Namun, masih banyak bayi yang belum mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan penuh—jangka waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal. Dengan sistem dukungan yang konsisten dan dapat diandalkan, para ibu akan lebih mudah mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan di mana pun mereka berada—di tempat kerja, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Dukungan ini mencakup konseling dari tenaga kesehatan terlatih, kebijakan ramah ibu menyusui di tempat kerja, serta dukungan berkelanjutan dari jaringan masyarakat (Kinanti Pinta Karana, 2025). Dampak yang timbul dari bayi yang tidak mendapatkan ASI dari ibunya adalah anaknya mudah terserang penyakut tertentu, daya tahan tubuh anak tidak kuat, serta anak gampang menderita suatu penyakit karena daya tahan tubuh yang rendah.

Perawatan payudara yang baik dan tepat dapat memperlancar produksi ASI serta mengurangi risiko infeksi juga terjadinya kanker pada payudara. Kanker payudara juga menempati posisi pertama jenis kanker terbanyak di Indonesia, menurut data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020 di Indonesia, lebih dari 22.000 kematian, dan 68.858 diagnosis baru.

Kanker payudara juga merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita di seluruh dunia. Menurut data WHO, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita setelah kanker serviks.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Ende (2024) menyatakan bahwa wanita usia subur (WUS) di Kabupaten Ende sebanyak 15 orang terdiagnosa menderita kanker payudara dan 5 orang terdiagnosa kanker serviks (Profil Dinas Kesehatan Ende, 2024).
Berdasarkan studi awal diketahui bahwa banyak ibu-ibu yang kurang memahami pentingnya ASI serta cara merawat payudara untuk mencegah kanker.

Kurangnya edukasi dan dukungan, serta adanya mitos yang salah tentang menyusui dan perawatan payudara, menjadi hambatan utama. Tenaga kesehatan di puskesmas juga sering kali tidak memiliki pelatihan yang memadai untuk mendukung ibu menyusui secara efektif. Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan dalam hal ini adalah Desa Tenda Ondo, yang terletak di Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan di Desa Tenda Ondo sendiri, gagalnya pemberian ASI eksklusif sendiri lebih banyak disebabkan oleh kuranganya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, dukungan keluarga dan asupan gizi yang kurang diperhatikan. Pengetahuan mengenai pentingnya ASI dan perawatan payudara masih sangat rendah. Wanita usia subur, yang seharusnya menjadi kelompok yang paling sadar akan pentingnya kesehatan payudara dan manfaat ASI, sering kali tidak mendapatkan edukasi yang memadai.

Pengetahuan tentang pentingnya ASI (Air Susu Ibu) dan perawatan payudara dengan metode pemeriksaan sendiri (SADARI) sangat penting untuk wanita usia subur, baik sebagai upaya pencegahan kanker payudara maupun untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek vital dalam pembangunan kesejahteraan suatu bangsa. Upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan global maupun lokal. Dalam konteks tersebut, pentingnya pemberian ASI (Air Susu Ibu) dan perawatan payudara yang optimal menjadi sorotan utama, karena memiliki dampak langsung dalam menurunkan angka kematian ibu.

Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk dilakukan. Salah satu cara pencegahan kanker payudara adalah dengan memberikan edukasi dan aksi tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara pada wanita usia subur. Namun, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ASI serta perawatan payudara untuk memperlancar produksi ASI dan dukungan dari keluarga, menyebabkan banyak ibu tidak memberikan ASI ekslusif serta tidak menyusui dengan benar atau berhenti lebih awal.

METODE

Metode yang digunakan dalam program pemberdayaan ini adalah metode Partisipatory Learn ing and Action (PLA) yaitu metode dalam pemberdayaan keluarga atau kelompok yang dikenal juga sebagai learning by doing atau belajar sambil bekerja (Rahma & Rudyarti, 2018). PLA terdiri dari proses belajar melalui ceramah, curah pendapat, wawancara. Tahapan program pendampingan ini yaitu antara team berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala Puskesmas tentang rencana pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen ini.

Setelah mendapatkan surat tugas dari Ketua Prodi D III Keperawatan Ende, team melaksanakan koordinasi dan perizinan dari Kepala Puskesmas Nangapanda, Kepala Desa Tenda Ondo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa metode antara lain ceramah, edukasi dan penyuluhan tentang penting ASI dan perawatan payudara untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara untuk mencegah kanker payudara. Kegiatan Pengabmas ini melibatkan ibu-ibu yang memiliki bayi balita, wanita usia subur (WUS) kader kesehatan, kader KB, dan tenaga kesehatan desa .

Sasaran kegiatan Pengabmas ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi balita, wanita uia subur (WUS) para kader kesehatan, kader KB, dan tenaga kesehatan desa yang berada di wilayah kerja desa Tenda Ondo, Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende yaitu sebanyak 30 orang.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa metode antara lain :

  1. Penyuluhan tentang pentingnya ASI dan memeriksa sendiri (SADARI) payudara dalam mencegah kanker payudara dapat dilakukan melalui ceramah, diskusi, atau presentasi.
  2. Demonstrasi tentang cara perawatan payudara yang baik dan benar untuk memperlancar produksi ASI dan dapat dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta.
  3. Diskusi kelompok dapat dilakukan untuk membahas tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara, serta untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh peserta.
  4. Pemberian leaflet atau brosur tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara dapat membantu peserta memahami materi yang disampaikan.
    Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 35 orang, khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi balita dan wanita usia subur, kader kesehatan, kader KB dan tenaga kesehatan desa.
    Evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan penyuluhan tentang pentingnya ASI, perawatan payudara untuk memperlancar produksi ASI dan demonstrasi cara memeriksa payudara (SADARI) untuk mencegah kanker payudaraserta diskusi kelompok dan tanya jawab antara team pengabdian dengan ibu-ibu yang memiliki bayi balita, Wanita usia subur, kader kesehatan juga kader KB, dimana ibu -ibu juga kader menjawab semua pertanyaan, usul saran yang telah disampaikan dan masing-masing kader, ibu bayi balita mampu melakukan SADARI tanggapan para peserta terhadap kegiatan PKM yang dilakukan oleh Tim Pengabmas dosen Prodi Keperawatan Ende. Kegiatan ini dibuka oleh Kaur Pembangunan Desa Tenda Ondo mewakili Kepala Desa Tenda Ondo, karena Kepala Desa sedang tugas keluar.

HASIL
Tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu tanggal 04 September 2025 team melaksanakan survey lokasi ke Desa Tenda Ondo, team berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala Puskesmas tentang rencana pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen ini. Setelah mendapatkan ijin dari kepala desa dan kepala Puskesmas team mengurus surat tugas dari pimpinan yakni dari ketua Program Studi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian tersebut.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober 2025 di Aula Puskesmas Pembantu Desa Tenda Ondo Kecamatan Nangapanda dihadiri oleh Kaur Pembangunan Desa Tenda Ondo, 1 orang Bidan Koordinator Puskesmas Nangapanda mewakili Kepala Puskesmas Nangapanda, tenaga kesehatan desa, kader kesehatan dan kader KB berjumlah 10 orang, ibu – ibu bayi balita 10 orang, tenaga kesehatan desa Tenda Ondo 2 orang, Wanita usia subur berjumlah 5 orang, , mahasiswa perawat 2 orang serta team dosen Prodi D III Keperawatan Ende 2 orang dan dosen Prodi Keperawatan Ende berjumlah 2 orang.
a. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, hasil koordinasi berjalan dengan baik karena adanya responsif dari Kepala Desa Tenda Ondo/pemerintah desa setempat dan juga Kepala Puskesmas Nangapanda. Tim telah melaksanakan pendekatan dan koordinasi sehingga rencana kegiatan telah disusun sesuai jadwal, kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Peran semua tim sangat kompak dalam menyiapkan materi Edukasi Dan Aksi Pentingnya Asi Dan Perawatan Payudara Pada Wanita Usia Subur Untuk Mencegah Kanker Payudara Di Desa Tenda Ondo Kecamatan Nangapanda
b. Tahap Pelaksanaan
a) Tanggal 04 September 2025, tahap pelaksanaan diawali dengan kegiatan koordinasi dengan kepala desa Tenda Ondo dan bidan coordinator Puskesmas Nangapanda mewakili Kepala Puskesmas Nangapanda. Dari hasil wawancara ditemukan bahwa di desa Tenda Ondo masih ada atau masih ditemukan ibu yang memiliki bayi balita tapi tidak menyusui bayinya dengan alasan sibuk bekerja. Dan ada juga yang mengatakan belum tahum cara merawat payudara untuk memperlancar produksi ASI. Ada juga beberapa wanita usia subur (WUS) yang mengatakan belum tahu melaksanakan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mendeteksi / mencegah kanker payudara. beberapa kali tidak mengikuti posyandu lansia sehingga tidak bisa memantau proses perkembangan kesehatan dan rendahnya kunjungan dengan alasan terlalu jauh dari tempat tinggal dan kurang paham tentang pentingnya posyandu untk memantau kesehatan bayi balita
b) Tanggal 20 September 2025 melaksanakan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Nangapanda tentang pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat tema Dosen Prodi D III Keperawatan Ende baik secara lisan maupun dengan surat pemberitahuan kegiatan pengabdian Masyarakat tersebut.
c) Tanggal 08 Oktober 2025
Kegiatan telah dilaksanakan selama 1 hari dan bertempat di Aula Puskesmas pembantu desa Tenda Ondo. Peserta yang akan terlibat adalah 30 orang kader dan 2 orang aparat desa yang mewakili kepala desa, tenaga kesehatan desa yakni bidan dan perawat sebanyak 4 orang dan adik-adik mahasiswa Prodi Keperawatan Ende berjumlah 3 orang.

GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Materi yang diberikan adalah 1. Penyuluhan tentang pentingnya ASI dan memeriksa sendiri (SADARI) payudara dalam mencegah kanker payudara dapat dilakukan melalui ceramah, diskusi, atau presentasi. 2. Demonstrasi tentang cara perawatan payudara yang baik dan benar untuk memperlancar produksi ASI dan dapat dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta. 3. Diskusi kelompok dapat dilakukan untuk membahas tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara, serta untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh peserta. 4Pemberian leaflet atau brosur tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara dapat membantu peserta memahami materi yang disampaikan.
PEMBAHASAN
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur di Desa Tenda Ondo mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) serta praktik perawatan payudara sebagai langkah preventif terhadap kanker payudara. Pemilihan topik ini didasari oleh masih rendahnya informasi yang benar terkait manfaat ASI dan deteksi dini kanker payudara di masyarakat pedesaan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada tingginya risiko masalah kesehatan ibu dan anak. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Edukasi mengenai ASI mencakup manfaat ASI eksklusif bagi bayi dan ibu, teknik menyusui yang benar, serta faktor yang dapat menghambat produksi ASI. Banyak peserta mengaku sebelumnya belum memahami bahwa menyusui secara langsung dapat menurunkan risiko kanker payudara melalui pengaturan hormon dan pengurangan paparan estrogen dalam jangka panjang.
Materi mengenai perawatan payudara dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Peserta diberikan contoh langkah-langkah SADARI secara visual dan praktik bersama, sehingga mereka dapat memahami teknik yang tepat dan dapat diterapkan secara rutin di rumah. Diskusi interaktif menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum pernah melakukan SADARI atau merasa ragu dalam melakukannya. Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan pemahaman bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam keberhasilan penanganan kanker payudara.

Aksi pemeriksaan payudara secara sederhana yang dilakukan oleh tim pengabdian juga membantu peserta mengenali kondisi payudara normal dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Selain itu, sesi tanya jawab memperlihatkan bahwa masih terdapat beberapa mitos mengenai kanker payudara yang beredar di masyarakat, seperti anggapan bahwa kanker payudara hanya terjadi pada wanita lanjut usia atau disebabkan oleh faktor supranatural. Melalui edukasi yang disampaikan, miskonsepsi tersebut berhasil diluruskan dengan informasi yang akurat dan berbasis kesehatan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatan payudara dan pentingnya ASI. Peserta merasa lebih percaya diri dalam melakukan perawatan payudara, memahami manfaat jangka panjang menyusui, dan berkomitmen menerapkan praktik SADARI secara rutin. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikemas secara sederhana dan komunikatif dapat diterima dengan baik oleh masyarakat pedesaan.

GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tenda Ondo memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap deteksi dini kanker payudara serta semakin mendorong praktik pemberian ASI eksklusif sebagai bagian dari kesehatan reproduksi yang menyeluruh.

KESIMPULAN
Kegiatan edukasi mengenai pentingnya ASI dan perawatan payudara untuk mencegah kanker payudara di Desa Tenda Ondo telah berhasil mencapai tujuannya, dimana telah dilaksanakan evaluasi setelah pemberian edukasi, para peserta mampu menjelaskan kembali tentang pentingnya ASI eksklusif, pentingnya pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) untuk mencegah kanker payudara. Peserta juga mampu melakukan demonstrasi cara merawatan payudara untuk memperlancar ASI serta cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mencegah kanker payudara. Kegiatan ini juga berhasil mengatasi beberapa mitos terkait kanker payudara yang masih beredar di masyarakat.

REKOMENDASI
Kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan penyuluhan secara berkala agar informasi yang diberikan dapat lebih meresap dan diterapkan secara luas. Diharapkan ada dukungan lebih lanjut dari pihak pemerintah atau lembaga kesehatan untuk memberikan pelatihan pada kader-kesehatan tentang SADARI sehingga para kader dapat mengajarkan secarara berkala kepada masyarakat khususnya wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan kesehatan payudara. Kegiatan serupa dapat diadakan di desa-desa lainnya, dengan penekanan pada pentingnya pemberian ASI eksklusif serta deteksi dini kanker payudara pada wanita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan