Regional

Melki Mekeng Sebut Mantan Bupati Sikka Pengkianat

MAUMERE, GlobalFlores.com  – Melkias Markus Mekeng salah seorang anggota DPR RI komisi XI, sebut mantan bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pengkianat. Pasalnya mantan bupati itu saat dalam apel bendera, menyebutkan bahwa  proses awal pinjaman daerah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 216 M,  hingga terealisasi atas upayanya ketika Robi meminta tolong kepadanya.

Hal ini disampaikan Melki usai melaksanakan Workshop keuangan desa bersama kepala desa dan camat  Senin (6/11) di aula lantai 2 kantor bupati Sikka. 

Menurut Melki,  pada awal rencana pemimjaman dana PEN itu Robi bersama Sekda Sikka Alvin Parera menemuinya dan meminta tolong untuk menggolkan dan PEN tersebut.

Lantaran Robi menjelaskan dalam acara apel bendera bahwa perjuangan  untuk mendapatkan dana PEN itu berkat perjuangan banyak orang, bukan hanya Melki.  Namun pernyataan Robi ini ternyata menuai protes, hingga Melki meras dikianati.  Ungkapan pengkianat itu juga disampaikan Melki pada berbagai moment saat bertemu dengan masyarakat Sikka, seperti yang dilansir berbagai media di Sikka.

Melki selaku wakil rakyat yang juga dipilih oleh masyarakat kabupaten Sikka merasa dikianati lantaran tidak menyebutkan namanya sebagai orang yang diminta bantuan oleh Robi selaku bupati Sikka. Melki bahkan menyebutkan saat Robi meminta bantuan itu disaksikan langsung oleh sekda Sikka sendiri.

“saya merasa dikianati, oleh mantan bupati Sikka, dalam perjuangan mendapatkan dana PEN. Awalnya Robi datang bersama sekda meminta tolong membantu untuk menggolkan dana PEN. Saat itu saya langsung menelpon Dirjen dan Dirut PT. SMI  di depan mereka berdua.”jelas Melki.

Melki juga mengaku dirinya tahu benar bagaimana caranya untuk mendapatkan, sehingga kepada siapa dan bagaimana cara untuk mendapatkan abggaran di pusat. Melki juga tidak menyebutkan anggota DPR RI lainnya yang mampu mendapatkan anggaran dari pusat.

Melki juga mengaku sudah berbuat banyak untuk Kabupaten Sikka namun karena bupatinya yang tidak paham maka ia bertekat untuk tidak lagi memberikan anggaran untuk Sikka.

  “saya sudah bangun kabupaten Sikka ini, tetapi karena bupatinya tidak paham maka saya tidak mau kasih lagi.”ujar Melki. ( rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan