Pendidikan

Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Keperawatan Ende Poltekes Kemenkes Kupang Gelar Kegiatan PKM di Desa Goeghoma

ENDE,GlobalFlores.com- Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Keperawatan Ende Poltekes Kemenkes Kupang gelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Goeghoma,Kecamatan Ende Utara,Kabupaten Ende.

Kegiatan dengan topic, pemberdayaan keluarga dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan dan stunting pada Balita di Desa Gheoghoma, Kabupaten Ende Tahun 2025 dengan tema: “ Mari Cegah Stunting dengan Minum Obat Cacing” dilakukan dari Bulan Agustus 2025 sampai Oktober 2025.

Demikian informasi yang diterima dari Khrispina Owa,SST,M.Kes , Dosen Prodi Keperawatan Ende,Poltekes Kemenkes Kupang, Selasa (21/10/2025).

Khrispina menyebutkan bahwa sebelum melakukan kegiatan pemberdayaan tim dosen dan mahasiswa terlebih dahulu melakukan analisa situasi.

Dan berdasarkan analisa situasi ditemukan fakta bahwa data indikator PHBS desa Gheoghoma tahun 2022 sebesar 60 persen masyarakat tidak berperilaku hidup bersih dan sehat terutama dalam tatanan rumah tangga seperti 50 persen perilaku tidak mencuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih baru 20 persen tidak memiliki jamban 50 persen , hygiene dan sanitasi lingkungan yang kurang, perilaku merokok dalam rumah 50 persen.

Dikatakan berdasarkan indikator keluarga sehat terdapat 292 keluarga prasehat dan 53 keluarga tidak sehat, jumlah balita gizi kurang 10 orang, gizi buruk 1 orang dan balita stunting 2 orang.

Desa Gheoghoma, berlokasi di Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Desa ini berada diluar kota Ende dengan jarak ± 8 KM dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Khrispina mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dia dan kawan-kawannya di Desa Gheoghoma tahun 2023 ditemukan kecacingan pada anak usia 1- 6 tahun sebanyak 26,4 persen , dimana (57 persen ) terinfeksi cacing A. Lumbricoides, T. Trichiura 5 (24 persen ), dan 4 (19 persen ) terinfeksi campuran dua jenis parasit A. Lumbricoides dan T. Trichiura diantaranya ditemukan 3 anak yang menderita stunting dan terinfeksi cacing campuran(100 persen).

Pendidikan ibu balita terbanyak berpendidikan rendah dengan kategori DO SD sebanyak 30 (36,6 persen ), Tamat SD 28 (34,1 persen ), SMP 20 (24,4 persen ) dan pekerjaan ibu terbanyak pada kategori bertenun sebanyak 57 (69,5), bertani/berladang 22 (26,8 persen ).

Pengetahuan ibu balita tentang penyebab dan cara pencegahan kecacingan kurang sebanyak 42,9 persen , perilaku ibu balita dalam pencegahan dan pengendalian kecacingan dengan perilaku kurang sebanyak 42,7 persen, penggunaan jamban sehat di rumah tangga ibu balita paling banyak tidak menggunakan jamban sehat sebanyak 69,5 persen ,kebersihan lingkungan sekitar rumah ibu balita kurang sebanyak 46,6 persen.

Khrispina menjelaskan untuk masalah prioritas di Desa Geoghoma adalah:

a. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan penyakit kecacingan pada anak balita
b. Rendahnya peran serta keluarga dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kecacingan pada anak balita
c. Rendahnya Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada keluarga.
d. Kurangnya kemandirian keluarga dalam mengatasi permasalahan penyakit kecacingan pada anak balita
e. Tingginya kasus penyakit kecacingan yang berdampak pada proses tumbuh kembang balita dan berisiko meningkatkan kasus balita dengan stunting

Adapun solusi yang ditawarkan ujar Khirspina yakni meliputi tahap persiapan.

Dikatakan pada tahap persiapan, tim melakukan koordinasi dengan aparat desa. Kegiatan dapat berjalan dengan baik karena adanya responsif yang positif dari pihak Desa Gheogoma dalam membantu tim terkait mengumpulkan keluarga yang terdiri dari bapak dan ibu di Desa Gheogoma untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi.

Upaya pendekatan dan koordinasi dalam menyusun rencana kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancer.

Sedangkan tahap pelaksanaan jelas Khrispina meliputi:
Sosialisasi dan edukasi mengenai cara penceghan penyakit kecacingan dan stunting dengan tema “mari cegah stunting dengan obat cacing” mendapatkan hasil yang baik dilihat dari antusias peserta bapak dan ibu dalam diskusi tanya jawab dan memperhatikan setiap sesi materi yang disampaikan.

Lalu dilakukan edukasi dan pendampingan mengenai PHBS. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi tentang PHBS juga melakukan demonstrasi cara mencuci tangan pakai sabun (CTPS) oleh anggota tim Pengabdian Masyarakat dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Selanjutnya peserta diberikan kesempatan untuk melakukan redemonstrasi cara cuci tangan pakai sabun ( CTPS),ujar Khrispina.

Juga penemuan kasus atau screening penyakit kecacingan pada balita pelatihan dan pendampingan kepada keluarga sebagai pengawas minum obat cacing bagi keluarga yang mempunyai balita.

Tim juga melakukan pemantauan dan pendampingan PMO cacing setiap bulan melalui booklet yang dibagikan, pertumbuhan dan perkembangan balita melalui KMS balita setiap bulan, dan Penerapan PHBS pada keluarga,jelas Khrispina.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan