Jurnalisme Warga

Mengambil Tema Katekis Peziarah Pengharapan STIPAR Ende Gelar Wisuda Untuk 131 Sarjana

Oleh Mahasiswa STIPAR Ende:

1.Hiasinta Icaratna Kune

2. Maria Elisabeth Koja

3.Valeria Triana Putri Reko

4.Felixitas Mayesti

Editor:Romualdus Pius

ENDE,GlobalFlores.com – Dengan mengambil tema “Katekis Peziarah Pengharapan”, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende, menggelar wisuda untuk 131 sarjana Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Angkatan XXXI, Jumat (28/2/2025) di Aula Mgr Donatus Djagom SVD,Kampus STIPAR Ende.

Seperti disaksikan  seremoni wisuda diawali dengan penjemputan Dirjen Bimas Katolik RI,  Suparman, serta perwakilan Bupati Ende, Kepala BKPSDM, Fransisco Versailes,SE.

Mereka disambut dengan tarian Ja’i, sebuah tarian khas Ngada yang melambangkan kegembiraan dan kebersamaan. Pengalungan selendang menjadi tanda penghormatan terhadap tamu undangan yang hadir.

Dalam suasana penuh semangat dan kebanggaan, rombongan pejabat, dosen, dan mahasiswa memasuki aula untuk mengikuti prosesi wisuda.

Para wisudawan terlihat anggun dalam balutan toga, dengan raut wajah yang mencerminkan kebanggaan dan harapan akan masa depan mereka sebagai pendidik Agama Katolik dan katekis.

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Katolik RI, Suparman, menyampaikan apresiasi kepada 131 wisudawan dan menegaskan bahwa gelar akademik yang mereka peroleh bukan hanya sekedar titel, tetapi juga tanggung jawab dalam pelayanan iman di tengah masyarakat.

“ Wisuda saat ini akan tercatat sebagai salah satu momentum penting dalam perjalanan anda semua, setelah melalui tahapan  dan proses yang cukup panjang dalam menyelesaikan studi di almamater ini” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai katekis, para wisudawan diharapkan menjadi peziarah pegharapan yang mampu membawa semangat iman bagi umat.

Lebih lanjut, Suparman menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan agama Katolik dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp 1.942.500.000 untuk STIPAR Ende pada tahun 2025. “Saya berharap bantuan yang telah disalurkan kepada STIPAR Ende digunakan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, berwawasan kebangsaan, serta talenta-talenta yang kreatif dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu mewakili Bupati Ende, Kepala BKPSDM, Fransisco Versailes, SE. menyampaikan pesan inspiratif kepada para wisudawan agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Katolik dalam pengabdian mereka.

“Harus kalian ingat bahwa, bukan ijazah yang harus kalian banggakan, tetapi bagaimana predikat sarjana yang kalian sandang hari ini dengan berbagai ilmu pengetahuan yang kalian miliki benar-benar berguna bagi masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Ende mengapresiasi STIPAR Ende yang telah berkontribusi dalam mencetak generasi cerdas dan berkarakter.

“Sarjana-sarjana STIPAR harus bisa berada di garda terdepan sebagai motivator bagi masyarakat, terutama dalam upaya membantu dan mendukung pemerintah membangun semangat dan daya juang masyarakat kita agar siap berkompetisi di tengah kemajuan zaman saat ini,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Ende, RD. Frederikus Dhedhu, mewakili Uskup Agung Ende turut memberikan sambutan yang menegaskan peran penting para wisudawan dalam kehidupan umat.

“Dewasa ini idealisme masyarakat atas output pendidikan tinggi adalah generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki pola pikir inklusif, bijak dalam menyelesaikan berbagai persoalan, serta selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Idealisme tersebut sudah pasti masuk juga dalam cakupan tanggung jawab wisudawan/wati sebagai pendidik agama dan juga sebagai katekis,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa seorang pendidik Agama Katolik dan katekis tidak boleh terjebak dalam kepentingan pribadi yang bertentangan dengan ciri pelayanan Kristiani.

“Pelayanan dan pengabdian yang total selalu berhubungan dengan ikhtiar untuk memberi diri dan hidup kepada orang lain. Sebab hidup yang sesungguhnya adalah hidup yang ditandai dengan pelayanan dan pengabdian yang total kepada umat atau masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari Gereja Lokal Keuskupan Agung Ende, guru agama dan katekis diharapkan dapat mengambil bagian dalam Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil dan Gerakan KUB Ramah Anak yang menjadi fokus pastoral Keuskupan.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung STIPAR Ende dalam menjalankan misinya, termasuk Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Pemerintah Kabupaten Ende, Yayasan St. Petrus Ende, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIPAR Ende.

Di tengah tantangan yang berat dewasa ini, ketika sebagian umat kehilangan rasa religius akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cenderung memutlakkan otonomi pribadi serta mulai mengabaikan peran rahmat Allah, kehadiran guru agama dan katekis mutlak dibutuhkan,” tutupnya.

Ketua STIPAR Ende, Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A mengungkapkan kebanggaannya terhadap para wisudawan.

“Sebagai kepala pimpinan lembaga ini saya merasa bahagia karena akhirnya mereka lulus, bukan hanya lulus saja tetapi ada 4 mahasiswa yang mendapatkan prestasi magna cumlaude dan 16 mahasiswa yang mendapatkan prestasi cumlaude dan yang lainnya sangat memuaskan berarti prestasi mereka boleh dikatakan sangat sukses  ” katanya.

Pria yang disapa RD Fery juga menyampaikan harapannya kepada para wisudawan bahwa pembelajaran tidak berakhir sampai disini, tetapi terus seumur hidup dan semoga mereka menjadi katekis yang sejati.

Dr. Norbertus Labu, S,Fil.,M.Si selaku ketua panitia wisuda menjelaskan bahwa prosesi wisuda tahun ini diawali dengan ret-ret, seminar Nasional dan Missio Canonica. Selain itu beliau juga mengungkapkan keistimewaan pada wisuda tahun ini.

“Yang  istimewa pada wisuda tahun ini yaitu yang pertama dengan hadirnya Dirjen Bimas Katolik RI, Bapak Suparman, yang kedua ada inovasi baru dalam wisuda kali ini, yaitu penerapan konsep ramah lingkungan. Tidak ada penggunaan botol air kemasan plastik, melainkan tamu undangan disediakan air minum dalam gelas,”katanya.

Perwakilan orang tua,  Ambrosius Lona dan Marta Sunya dari Nangaba, mengungkapkan rasa syukur mereka melihat putri mereka, Anita Sumarlindun, berhasil menyelesaikan studi.

“Kami hanyalah petani, tapi kesuksesan anak kami adalah kebanggaan terbesar. Meski menghadapi tantangan ekonomi, keluarga kami selalu mendukungnya, termasuk melalui arisan keluarga untuk membantu biaya kuliah,” kata mereka.

Wisudawan terbaik dengan predikat magna cumlaude, Bibiana Maria Marta,  berbagi cerita tentang perjuangannya dalam menyelesaikan studi.

Kunci sukses saya adalah berdoa, belajar dengan giat, dan tidak menunda tugas. Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara kuliah dan kesulitan finansial, tetapi dengan dukungan dosen, teman, dan keluarga, saya bisa melewati semuanya,” ungkap Bibiana Maria Marta.

Setelah lulus, ia berencana untuk menjadi guru agama dan katekis yang berdedikasi dalam melayani umat. Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang masih berjuang di STIPAR Ende agar tidak pantang menyerah dan selalu ingat tujuan awal mereka.

Prosesi wisuda diakhiri dengan doa dan pengutusan para wisudawan untuk berkarya di tengah umat. Acara berlangsung dengan penuh khidmat, haru, dan sukacita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan