Opini

HS Terperiksa Dugaan Korupsi dana Sertifikasi Guru Diduga Paksa Saksi Lain “Satu Bahasa” di Penyidik

Oleh Marianus Gaharpung, Dosen FH Ubaya Surabaya

Mega kasus, predikat ini layak diberikan kepada kasus dugaan korupsi dana sertifikasi para guru baik negeri maupun swasta senilai 600 juta lebih. Jika dari nilainya kecil tetapi disebut mega kasus alasannya adalah
Pertama, kasus ini jadi rebutan dari dua instansi Kejaksaan dan Polres Sikka dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan.


Kedua, karena tindakan pro yustisia oleh dua aparat penegak hukum kemungkinan kasus ini berhenti karena alasan tumpang tindih.


Ketiga, Dan, bisa hasil penyidikan dan jumlah penetapan tersangka akan berbeda oleh dua institusi ini. Sebab dari cara penanganannya terutama adanya dugaan faktor “X” sangat boleh jadi mempengaruhi penetapan siapa- siapa tersangkanya.


Keempat, adanya penelpon misteri mengatasnamakan Kajari Sikka menawarkan jasa bantuan dari Tim Kejaksaan Tinggi NTT dengan imbalan uang dari para terperiksa dana sertifikasi guru untuk menyelesaikan tumpang tindik penanganan kasus ini oleh Kejaksaan dan Polres Sikka.


Dan, sekarang ada berita HS suatu malam datang ke rumah salah satu saksi meminta ketemu agar mereka “satu bahasa” di penyidik, tetapi saksi tidak mau ketemu, terus dia main ancam katanya punya banyak anak buah.


Para saksi sebaiknya tetap kepada keteranganmu di depan penyidik karena jika kasus ini harus lanjut di Pengadikan Tindak Pidana Korupsi Kupang dimana Majelis Hakim perkara aquo dalam pertanyaan terbukti ada konspirasi, majelis hakim akan mengeluarkan penetapan tersangka bagi saksi. Jika saudara terdakwa, maka vonis majelis hakim sudah dipastikan lebih tinggi dari tuntutan penuntut umum.


Oleh karena itu HS dan para saksi yang diduga korupsi uangnya para guru tersebut sebaiknya dikembalikan saat masih penyelidikan belum masuk tindakan pro yustisia sebab belum ada daya paksa menurut KUHAP.

Jika para saksi tetap kekeh tidak mau kembalikan uang tersebut sampai tahap penyidikan dan penetapan tersangka (pro yustisia), maka pengembalian uang tidak menghapus kejahatan.

Hal ini diatur dalam
Pasal 4 UU Tipikor menyebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana.


Sangat mulia para saksi tanggung renteng kembalikan uang para guru tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan