Regional

Dihadapi Berbagai Tantangan Umat Paroki St Yosef Freidamentz Mautapaga Ende Tetap Melangkah Maju Menuju Gua Maria Nusa Ria,Ropa Untuk Berziarah

ENDE,GlobalFlores.com – Dihadapi dengan berbagai tantangan Umat Paroki St Yosef Freidamentz Mautapaga Ende tetap melangkah maju menuju Gua Maria Nusa Ria,Ropa,Kecamatan Maurole,Kabupaten Ende,Sabtu (10/10/2025).

Seperti disaksikan perjalanan ziarah Umat Paroki St Yosef Freidamentz Mautapaga ke Gua Maria Nusa Ria,Ropa,tidaklah mudah karena dalam perjalanan menuju ke lokasi ziarah dihadapi antrian ratusan kendaraan yang terjebak macet di Daerah Dila,Kecamatan Detusoko.  

Di tempat tersebut kendaraan para peziarah terhenti hamper 2 jam dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita.

Ratusan kendaraan tersebut tidak bisa berjalan mulus karena di lokasi itu ada pekerjaan jalan nasional.

Seusai sempat terseok-seok di jalanan akhirnya ratusan kendaraan para peziarah bisa berjalan normal menuju ke lokasi ziarah.

Tiba di lokasi ziarah sekitar pukul 12.00 Wita umat diarahkan untuk berjalan kaki menuju ke Gua Maria.

Patung Tuhan Yesus yang sedang tersalib yang berdekatan dengan Gua Maria terlihat dari jauh seakan memanggil umat untuk datang menghampiri BundaNYA namun itu tidaklah mudah butuh pengorbanan.

Perjalanan ke Gua Maria tidaklah mudah karena umat diharuskan berjalan kaki dibawah terik matahari dan aspal panas.

Wajah-wajah letih namun hanya karena iman akhirnya umat tetap melangkah samberi melantukan doa-doa dan madah syukur juga pujian maupun permohonan kepada Tuhan melalui Bunda Maria terus dilantunkan oleh umat sepanjang perjalanan menuju ke Gua Maria.

Setelah menempuh perjalanan hamper 15 menit umat tiba di Gua Maria Nusa Ria untuk melanjutkan ziarah iman mereka serta misa syukur Bersama.

Di pelataran Gua Maria,umat sekali lagi dihadapi dengan tantangan karena tidak tersedia kursi ataupun bangku untuk tempat duduk sebagaimana yang ada di Gereja Mautapaga.

Meskipun tidak ada kursi dan bangku tidak menjadi penghalang bagi umat untuk melanjutkan ziarah mereka dan untuk proses ziarah berupa misa umat terpaksa beradaptasi dengan kondisi alam berupa batu dan pasir.

Sepajang misa berlangsung yang dipimpin oleh iman,RD Geovani Seso dan RD Egi Perera,umat tetap mengikuti misa dengan khsusuk meskipun harus duduk beralaskan pasir maupun batu karang juga kayu-kayu kering yang ada di lokasi ziarah.

Atas partisipasi umat dalam ziarah tersebut,RD Geovani Seso atau yang akrab disapa Romo Ivan selaku Pastor Paroki St Yosef Freidamentz Mautapaga menyampaikan apresisasi dan terima kasih kepada umat yang antusias mengikuti ziarah meskipun dihadapi dengan berbagai tantangan dalam perjalanan.

RD Ivan mengatakan bahwa hanya karena landasan iman yang kuat Umat Paroki Mautapaga rela berkorban untuk mengikuti ziarah.

Dikatakan pelaksanaan ziarah tersebut selain untuk menyambut Tahun Yubelium juga untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki St Yosef Freidamentz Mautapaga yang ke-32.

Usai mengikuti misa dan doa di depan Patung Bunda Maria,umat secara berkelompok sesuai dengan Kelompok Umat Basis (KUB) masing-masing menyantap bekal secara Bersama-sama dibawah rindang pohon ataupun diatas kendaraan.

Tantangan perjalanan ziarah bagi Umat Paroki Mautapaga belum juga usai meskipun perjalanan pulang terlihat lancer namun Ketika tiba di Jalan Nasional arah Detusoko-Ende,lagi-lagi kembali “dihadang”oleh antrian kendaraan.

Ratusan kendaraan para pesiarah kembali terjebak macet dan butuh waktu hamper dua jam di lokasi untuk bisa kembali ke Kota Ende dan pada pukul 20.00 Wita ratusan kendaraan ahkirnya bisa masuk ke Kota Ende mengantar Umat Paroki Mautapaga kembali ke rumahnya masing-masing.   

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan