Jurnalisme WargaPendidikan

Membangun Dari Ladang, Merawat Harapan: Mahasiswa KKN Uniflor Ende Mengabdi di Desa Aeramo Fokus Ketahanan Pangan

Oleh: Vinsensius Jeradu (Kantor Badan Promosi Uniflor) dan Wardania Putri Sarjan (UKM Jurnalistik Uniflor)

Aeramo, 1 Agustus 2025 , Dalam deru angin musim kering yang menyapu lembah dan ladang Desa Aeramo, sebuah pemandangan penuh semangat tersaji.

Warga berkumpul di halaman kantor desa, menyambut kedatangan 30 mahasiswa Universitas Flores yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 30 hari di Desa Aeramo.

Di tengah suasana sederhana namun penuh makna, mahasiswa disambut sebagai keluarga baru oleh masyarakat setempat bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai mitra dalam perjuangan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “ Ketahanan Pangan,” KKN tahun 2025 di Desa Aeramo menjadi cermin dari semangat perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat. Tema ini tidak dipilih sembarangan. Ia lahir dari realitas: sebuah desa yang memiliki kekayaan alam tanah subur, sumber air, dan tenaga kerja, namun masih berhadapan dengan kerentanan pangan, khususnya saat musim kemarau tiba. Mahasiswa datang bukan untuk menggurui, melainkan untuk menggali potensi lokal bersama warga, membangun kesadaran kolektif, dan mendorong perubahan dari dalam.

Kepala Desa Aeramo, Dominggus Biu, dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi angin segar bagi desa.

“Kami menyambut adik-adik dengan tangan terbuka dan hati penuh harapan. Ketahanan pangan adalah persoalan yang kami hadapi setiap tahun, dan kehadiran mahasiswa Universitas Flores diharapkan bisa memberi ide dan pendampingan untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tidak ada program yang megah dan rumit, tapi justru di situlah kekuatannya. Mahasiswa bersama warga akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga, pengembangan demplot sayur sehat untuk konsumsi keluarga, penyuluhan gizi sederhana bagi ibu rumah tangga, dan pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai jual seperti keripik ubi, abon ikan, dan tepung jagung. Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian khusus adalah pembentukan Bank Bibit Desa sebuah gerakan kecil untuk menjaga keberlanjutan sumber pangan masyarakat setempat.

Koordinator mahasiswa KKN, Wihelmus Mario, Program Studi Akuntansi, menjelaskan bahwa semua program yang dijalankan berbasis pada hasil diskusi .

“Kami tidak ingin program kami sekadar formalitas, apalagi hanya berorientasi pada laporan. Kami ingin hadir, bekerja, dan tumbuh bersama masyarakat. Di ladang, di dapur, dan di ruang-ruang kecil yang penuh harapan,” ungkap Mario yang kerap disapa Mayo.

Bagi mahasiswa, pengabdian di Aeramo bukan hanya pengalaman, tetapi pelajaran hidup. Mereka belajar bahwa ketahanan pangan bukan sekadar soal stok bahan pokok, tetapi tentang cara berpikir, cara mengolah, dan cara hidup.

Mereka melihat bahwa pertanian bukan hanya profesi, tetapi identitas dan jantung kehidupan desa. Di sinilah, teori yang mereka pelajari di bangku kuliah diuji oleh kenyataan dan diperhalus oleh kearifan lokal.

Dosen pembimbing lapangan, Maria Goretty D. Bantas, S.Pd.,M.Pd. menggarisbawahi pentingnya kegiatan KKN sebagai media implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kita tidak membentuk sarjana yang hanya mampu berpikir, tetapi juga harus mampu bertindak. Mahasiswa harus menyentuh realitas dan menjadi bagian dari solusi. Aeramo adalah ladang pembelajaran yang sesungguhnya,” ujarnya.

Di tengah ladang-ladang yang menguning dan suara burung yang bernyanyi dari pepohonan, mahasiswa Universitas Flores menanam sesuatu yang lebih dari benih. Mereka menanam harapan. Harapan bahwa generasi muda mampu menjadi jembatan antara ilmu dan kehidupan nyata.

Harapan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa kecil, dari komunitas sederhana, dan dari kerja bersama yang tulus. Di Aeramo, mereka belajar bahwa membangun bangsa bukan dimulai dari gedung tinggi atau ruang seminar, tetapi dari ladang—tempat di mana kehidupan dirawat, dan disemai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan