Miris, 148 Orang di NTT Meninggal Dunia Karena Lakalantas
ENDE,GlobalFlores.com- Data jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT berdasarkan aplikasi IRSSMS (Integrated Road Safety Management System) yang dikelola Ditlantas Polda NTT pada semester 1 tahun 2025 sebanyak 803 kejadian, dengan korban meninggal dunia sebanyak 148 orang, luka berat 267 orang, luka ringan 1.019 orang.
Kapolres Ende AKBP I Gede Ngurah Joni M., S.H., S.I.K., M.H mengatakan hal itu saat membacakan sambutan Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, pada Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga T.A 2025 Tingkat Polres Ende, Senin 14 Juli 2025, di Lapangan Apel Polres Ende, Jalan Pahlawan, Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.
Dikatakan dibandingkan pada semesteri tahun 2024 sebanyak 658 kejadian, dengan korban meninggal dunia sebanyak 168 orang, luka berat 273 orang, luka ringan 767 orang terjadi kenaikan jumlah laka sebesar 22 persen atau 145 kejadian.
Kapolda mengatakan jumlah pelanggaran lalu lintas pada semester 1 tahun 2025 sejumlah 14.280 pelanggaran dibandingkan semester tahun 2024 sejumlah 15.771 pelanggaran terjadi penurunan sebesar pelanggaran – 9 persen atau 1.491.
Dikatakan dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcar lantas, Polri melaksanakan operasi kepolisian di tingkat Polda dan Polres dengan sandi operasi “Patuh Turangga 2025” yang dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 14 Juli sampai dengan 27 Juli 2025, secara serentak di seluruh Indonesia.
Operasi patuh ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis didukung gakkum lantas secara elektronik (statis dan mobile) dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,ujar Kapolda.
Dikatakan salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas.
Dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas.
Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting.
Hal itu dapat ditunjukkan dari pengguna lalu lintas. kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah,ungkap Kapolda. (rom)



