Regional

1.200 Ekor Babi di Kabupaten Ende Mati Terkena Virus ASF

ENDE,GlobalFlores.com-Sebanyak 1.200 ekor babi milik warga masyarakat Kabupaten Ende mati sebagai akibat terserang virus ASF selama periode Januari hingga April 2025.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende,Gadir Dean mengatakan hal itu kepada GlobalFlores.com, Kamis (8/5/2025) di Ende.

Gadir mengatakan bahwa virus ASF memang telah memakan korban cukup banyak bagi ternak warga berupa babi dan hal ini tentu menjadi kerugian tersendiri bagi para pemilik babi.

Namun demikian menurut Gadir jumlah kematian babi sebanyak 1.200 ekor di Kabupaten Ende sebenarnya termasuk kecil jika dibandingkan dengan daerah lain di Daratan Flores.

Pihaknya ujar Gadir terus berusaha meredam pergerakan virus agar tidak semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi bagi ternak warga.

Dijelaskan untuk meredam virus ASF (African Swine Fever), beberapa langkah penting meliputi penerapan biosekuriti ketat, desinfeksi, isolasi babi yang sakit, dan pemusnahan babi yang terinfeksi jika diperlukan.

Selain itu dilakukan pencegahan dengan menghindari pakan yang terkontaminasi dan menjaga kebersihan kandang.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan virus ASF yakni,

  1. Biosekuriti:
    Kontrol Lalu Lintas:
    Batasi akses ke peternakan, termasuk orang, kendaraan, dan alat-alat, dan pastikan mereka selalu melakukan desinfeksi.
    Pencegahan Kontaminasi:
    Jangan biarkan babi makan sisa makanan, sampah, atau makanan yang tidak dimasak dengan baik karena dapat terkontaminasi virus.
    Desinfeksi:
    Gunakan disinfektan yang efektif seperti natrium hidroksida, hipoklorit, atau deterjen.
  2. Desinfeksi:
    Desinfeksi Rutin:
    Lakukan desinfeksi rutin di seluruh area peternakan, termasuk kandang, alat-alat, dan peralatan.
    Desinfeksi Kendaraan:
    Semprot kendaraan yang masuk ke peternakan dengan disinfektan, terutama pada area roda.
  3. Isolasir:
    Isolasi Babi yang Sakit: Pisahkan babi yang sakit dari babi sehat untuk mencegah penyebaran virus.
  4. Pemusnahan:
    Pemusnahan Babi yang Terinfeksi: Jika wabah meluas, pemusnahan babi yang terinfeksi adalah langkah yang diperlukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
  5. Pencegahan Lain:
    Laporkan Kasus: Segera laporkan jika ada babi yang sakit atau mati kepada petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.
    Jangan Beli atau Jual Babi yang Sakit: Hindari membeli atau menjual babi yang menunjukkan gejala sakit.
    Jaga Kebersihan: Jaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
    Pakan yang Baik: Berikan pakan yang berkualitas dan jangan memberikan sisa makanan yang tidak dimasak dengan baik.
  6. Mitigasi Risiko:
    Mitigasi yang Efektif: Mitigasi risiko yang komprehensif dan terintegrasi antar sektor terkait sangat penting untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus ASF di Indonesia.
    Pengawasan: Lakukan pengawasan yang ketat dan intensif di daerah yang berisiko tinggi.
    Koordinasi: Pemerintah daerah diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan Balai Karantina Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan