Dugaan Pelecehan Oknum Nakes ke Pasien Manajemen RSUD Ende Serahkan ke Polisi
ENDE,GlobalFlores.com-Menyikapi kasus dugaan pelecehan oknum tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Ende manajemen menyerahkan permasalahanya ke polisi untuk mengusut kasus tersebut sehingga dapat titik terang dari kasus itu.
Dirut RSUD Ende,dr Ester Puspita Jelita mengatakan hal itu dalam keterangan persnya kepada wartawan dalam konfrensi pers di Aula RSUD Ende,Kamis (19/12/2024).
Dokter Ester mengatakan karena kasusnya sudah dilaporkan pihak keluarga pasien ke polisi maka pihaknya menyerahkan kasus itu ke pihak kepolisian untuk melakukan proses sesuai dengan standar kepolisian.
Sedangkan secara interen pihak rumah sakit juga telah menggelar pertemuan dengan pihak keluarga pasien guna melakukan klarifikasi dengan keluarga pasien.
Sementara itu pihak manajemen juga untuk sementara menonaktifkan petugas nakes yang diduga melakukan tindakan pelecehan dimaksud dari tugasnya di ruangan operasi.
Dan dari keterangan yang didapatkan dari petugas nakes dimaksud jelas dokter Ester menyatakan bahwa pasien masuk ke RSUD Ende pada tanggal 18 Desember 2024 guna dilakukan tindakan medis berupa operasi usus buntu.
Dalam proses operasi itu jelas dokter Ester telah dilakukan tindakan medis sesuai dengan standar atau yang lasim dikenal dengan sebutan SOP termasuk salah satunya memasang alat perekam jantung (EKG) di tubuh bagian atas pasien sebelah kiri.
Setelah selesai operasi atau tindakan medis pada pasien maka pasien didorong ke ruangan pemulihan dan diruangan itu alat perekam jantung (EKG) yang dipasang pada tubuh pada bagian atas sebelah kiri pasien dicabut.
Pada saat proses pencabutan itu memang terasa agak keras sehingga membuat pasien merasa tidak nyaman,jelas dokter Ester.
Namun demikian ujar Dokter Ester karena kasusnya sudah dilaporkan ke pihak kepolisian maka pihaknya menyerahkan ke polisi untuk melakukan pendalaman atas kasus itu sehingga dapat diperoleh titik terangnya.
“Memang tidak ada orang lain dalam ruangan hanya petugas dimaksud dan pasien dan apalagi dalam ruangan tidak dilengkapi CCTV dan memang tidak boleh dipasang CCTV guna menjaga privasi pasien. Maka biarlah kasusnya ditangani pihak kepolisian. Polisi tentu memiliki tehknik dan caranya sendiri untuk mendalami kasus itu,”kata dokter Ester.
Sementara itu menurut pasien berinsial NF yang adalah seorang mahasiswi di Ende yang berasal dari Kelurahan Susu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, menyebutkan bahwa dirinya mengalami pelecehan oleh salah satu oknum tenaga kesehatan di (RSUD) Ende,Pada Rabu (18/12/2024) sesuai dirinya menjalani tindakan medis berupa operasi usus buntu.



