Antisipasi Erupsi Gunung Iya, BPBD Ende Buka Posko Siaga Darurat Bencana
ENDE,GlobalFlores.com-Mengantisipasi terjadinya erupsi pada Gunung Iya pasca dinaikan statusnya menjadi siaga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende membuka Posko Siaga Darurat Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Ende.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Yulius Emanuel Riwu mengatakan hal itu,Sabtu (16/11/2024) ketika dikonfirmasi soal kesiapan dari BPBD Kabupaten Ende mengantisipasi kemungkinan terjadinya erupsi pada Gunung Iya.
Pria yang disapa Eman Riwu mengatakan bahwa pasca dinaiknya status Gunung Iya maka BPBD Kabupaten Ende lantas membuka posko siaga bencana dengan tujuan untuk melakukan koordinasi lintas sektoral maupun memberikan informasi juga mengedukasi masyarakat terkait keberadaan status Gunung Iya.
“Sebagai pemerintah kita harus siap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi karena memang status Gunung Iya sudah masuk ke level siaga yang itu artinya kita semua harus juga ikut siaga mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,”kata Eman Riwu.
Pihaknya juga berharap masyarakat juga ikut siaga dan jangan menganggap remeh akan kondisi yang terjadi dengan Gunung Iya.
Eman juga mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Pj Bupati Ende meminta kepada para camat terutama para camat yang wilayahnya akan menjadi titik kumpul evakuasi seperti wilayah Kecamatan Ende dan juga Kecamatan Ende Timur agar segera menentukan tempat-tempat yang kiranya dapat menjadi lokasi titik kumpul masyarakat seadainya terjadi erupsi pada Gunung Iya.
“Secara umum tempat yang dapat dijadikan lokasi titik kumpul seperti lapangan maupun gedung sekolah ataupun sarana ibadah,”kata Eman.
Sementara itu sebagaimana diwartakan Kompas.com, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Yulius Emanuel Riwu, mengatakan bahwa, Pemerintah akan mengarahkan warga di Kecamatan Ende Selatan, khususnya di Kelurahan Tanjung, Arubara, Tetandara, Rukun Lima, dan Kelurahan Paupanda, untuk mengamankan diri dengan cara diungsikan sementara.
Jika diharuskan, maka Pemerintah akan mengarahkan warga untuk mengamankan diri dengan cara diungsikan sementara,” ujar Yulius dalam keterangannya, Minggu (10/11/2024).
Yulius juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap situasi yang berkembang.
Dia juga menambahkan, pihaknya telah menyampaikan kepada Kepala BNPB dan Kalaksa Provinsi NTT agar para penambang pasir laut menjauh dari radius lima kilometer yang telah direkomendasikan.



