Regional

KM Bajak Laut “Terbakar” dan “Tenggelam” di Perairan Maumere 8 Orang  Jadi Korban

MAUMERE, GlobalFlores.com- KM Bajak Laut “terbakar” dan “tenggelam” di  Perairan Maumere,  Kabupaten Sikka, Rabu (30/10). Dalam kejadian tersebut tercatat ada 8 orang yang jadi korban.

“Kami menerima informasi bahwa KM Bajak Laut yang merupakan kapal penumpang yang membawa  5 orang penumpang dan crew 3 orang  berlayar dari Pelabuhan TPI Maumere menuju Pulau Kojadoi untuk berwisata,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere,  Supriyanto Ridwan.

Namun demikian pada pukul 09.02 Wita mesin kapal mengeluarkan percikan api dan menyebabkan kapal terbakar hingga akhirnya pelapor yang merupakan salah satu ABK mengaktifkan EPIRB (Emergency Postion indicating Radio Beacon) dan Panic Button (mengaktifkan signal smoke) untuk memberikan infomarsi darurat dan permintaan bantuan SAR,ujar  Supriyanto Ridwan.

Dikatakan setelah mendapatkan laporan tersebut SAR Maumere memberangkatkan Tim SAR Gabungan menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan alut KN SAR Puntadewa guna untuk memandamkan api juga alut Speed KP Sukur Dit Polairud Polda NTT dan Kapal Rib Kantor SAR Maumere serta Rubber Boat untuk melakukan evakuasi.

Dan pada pukul 09.35 Wita seluruh proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan berhasil diselesaikan dan dievakuasi ke KN SAR Puntdewa menuju Pelabuhan PT Pelindo III Maumere,” Ridwan.

Dalam peristiwa itu keadaan seluruh penumpang selamat namun 1 korban penumpang tidak sadarkan diri dan dievakuasi oleh ambulance kesehatan pelabuhan menuju rumah sakit dan 1 korban mengalami patah tulang di bagian kaki, 1 korban mengalami luka bakar dan 5 korban mengalami hipotermia.

Tim SAR Gabungan dari tim medis dan Potensi SAR langsung membawa korban sebnayak 7 orang menuju posko medis yang ada di Pelabuhan Pelindo,ujar Ridwan.

Adapun kejadian terbakarnya KM Bajak Laut merupakan kegiatan simulasi kecelakaan kapal yang digagas oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.

Kegiatan ini melibatkan 50 peserta dari Instansi TNI dan Polri yang ada di Kabupaten  Sikka, KSOP Maumere, PMI Maumere, Kesehatan Pelabuhan serta Pelindo dan anggota Potensi  SAR yang sudah dilatih pertolongan diperairan.

Kegiatan itu berlangsung dari tanggal 29 hingga 30 Oktober 2024 di PT Pelindo III Maumere serta ditinjau langsung oleh observer Direktorat Kesiapsiagaan Basarnas,ujar Ridwan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan