Hukrim

Pembangunan Puskesmas Paga, Kuasa Hukum Minta Jaksa Tetapkan Nama Lain Sebagai Terdakwa

MAUMERE, GlobalFlores. Com – Terkait proyek pembangunan Puskesmas Paga yang menetapkan Yohanes Laba alias Yan Laba selaku PPK sebagai terdakwa, kuasa hukumnya, Domi Tukan, meminta Jaksa untuk tegas menetapkan orang lain sebagai terdakwa seperti yang tertera dalam dakwaan jaksa tersebut.

Hal ini disampaikan Domi Tukan SH, Rabu (20/2/2024) malam di Maumere.

Menurut Domi Tukan, selain kliennya dan terrdakwa Irwan Rano Jaksa dalam dakwaannya menyebutkan sejumlah nama lain yang terlibat dalam perbuatan melawan hukum proyek pembangunan Puskesmas Paga tahun 2021. Namun herannya sejumlah nama lain tersebut tidak ditarik menjadi terdakwa.

“Jaksa menyebutkan nama -nama mereka ini melakukan perbuatan melawan hukum, tetap tidak ditarik tetapi tidak ditetapkan sebagai terdakwa. Kita berharap bahwa jaksa harus tegas. Misalnya akan ada tersangka lain yang akan didakwa dalam kasus yang sama. Tetapi dalam konfrensi pers atau dalam dakwaan tidak terlalu jelas. Apakah penegak hukum sedang melindungi penjahat, kita juga tidak tahu,” jelas Domi.

Domi juga berharap, karena adanya uraian jaksa dalam dakwaannya, maka menurut Domi siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum, yang Namanya disebut dalam dakwaan harus dipanggil dan dieriksa kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“ Karena namanya disebutkan dalam dakwaan dan akan dijadikan sebagai saksi itu tidak bisa, karena jaksa sendiri yang menerangkan dalam dakwaan bahwa mereka semua telah melakukan perbuatan melawan hukum.” Jelas Domi.

Menurut Domi, jika hukum itu untuk kepentingan keadilan, maka semua orang sama dimuka hukum. Mestinya sejak semula ketika Yan Laba ditahan maka semua nama-nama yang disebutkan dalam dakwaan sebanyak 3 orang juga harus ditahan karena telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Sementara kuasa hukum lainnya, Alfons Ase SH pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sejak awal proses pembangunan Puskesmas Paga itu, sudah ada beberapa ‘fakta” adanya muatan kepentingan, namun Alfons mengaku akan dibuka dalam persidangan, dan biarkan hal itu menjadi fakta persidangan.

“Memang ada beberapa “fakta “ adanya muatan kepentingan, namun saat ini kami belum sampaikan disini, bahwa nanti akan dibuka dalam persidangan dan biarkan itu menjadi fakta persidangan.”ujar Alfons. ( rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan