Hukrim

Ditinggal Mati Istri Seorang Pria di Kabupaten Sikka Ini Akhiri Hidupnya di Pohon Waru

MAUMERE,GlobalFlores.com- SS, (68) yang berprofesi sebagai petani, beralamat di Desa Werang, Kecamatan. Waiblama, Kabupaten Sikka,Minggu (4/2/2024) nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menggantung diri di pohon waru.

Demikian rilis yang diterima media GlobalFlores.com dari Kasi Humas Polres Sikka,AKP Susanto,Senin siang (5/2/2024).

Dalam rilis itu menyebutkan bahwa lokasi kejadian itu terjadi di He, Dusun Hila, Desa Werang, Kecamatan. Waiblama, Kabupaten Sikka,yang merupakan kebun korban sendiri.

AKP Susanto dalam rilisnya juga menyebutkan bahwa selama ini korban tinggal tidak menetap, dan selalu berpindah – pindah.

Selain itu setelah istri korban meninggal sekitar 1 tahun yang lalu, korban sering berdiam diri.

Adapun sejumlah saksi dalam kejadian itu jelas AKP Susanto masing-masing, WW ( adik kandung korban ), yang beralamat di  Watuwolon, Dusun Hila, Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

Juga PM, perempuan, 40 tahun, yang beralamat di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

Adapun kronologis kejadian jelas  AKP Susanto dalam rilisnya,pada hari Minggu 04-2-2024, sekitar  11.30 Wita, saksi WW dan PM datang di kebun korban untuk mengajak korban untuk minum kopi, tetapi para saksi tidak menemukan korban, dan selanjutnya saksi WW dan saksi PM  kembali ke rumah.

Dan sekitar Jam.15.00 wita, para saksi kembali ke kebun korban untuk memanggil korban untuk makan siang, namun para saksi tidak menemui korban, sehingga para saksi kembali lagi ke rumah.

Selanjutnya saksi I pergi melihat kambing korban untuk dipindahkan dan saksi WW berusaha untuk mencari korban dan selanjutnya WW  pergi mencari korban di kebun korban.

Sampai di kebun korban, WW menemukan korban dalam keadaan tergantung dengan seutas tali dari kulit pohon waru, dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon waru dengan ketinggian sekitar 2,70 Cm.

Selanjutnya saksi  WW  kembali kerumah dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Sekdes Desa Werang dan selanjutnya Sekdes Desa Werang melaporkan kejadian tersebut di Pospol Talibura melalui telepon.

Telah dilakukan olah TKP yang dilakukan oleh Tim Identifikasi Polres Sikka yang dipimpin oleh BRIPKA Kristoforus Suhri dan Kanitreskrim Polsek Waigete AIPDA Agustinus A Soa,ujar AKP Susanto dalam rilisnya.

Di rilisnya itu juga AKP Susanto menyatakan bahwa keluarga korban menolak dilakukan Outopsi terhadap tubuh korban dan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Dokter Puskesmas Waiblama atas nama dr.Maria Sulfaris , telah melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban dan menurut keterangan dokter bahwa, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan