Pj Kades Parumaan Bantah BLT Dana Desa Tidak Melalui Musyawarah
MAUMERE, GlobalFlores.com – PJ Desa Parumaan, Muhdir membantah keras bahwa BLT dana desa Parumaan yang dilaporkan Mulaidi tidak melalui musyawarah adalah tidak mendasar, tidak benar alias hoax.
Hal ini disampaikan PJ Desa Parumaan Muhdir, Sabtu (23/12/2023) di Maumere.
“Kami pemerintah desa tidak bodoh, melaksanakan sesuatu tanpa melalui musyawarah, silahkan dicek, kami pegang dokumennya, kapan kami musyawarah, siapa-siapa yang hadir dan keputusan penentuan nama nama penerima BLT adalah keputusan bersama BPD, RT, RW tokoh masyarakat yang disertai dengan berita acara dan daftar hadir,”kata Muhdir.
Sementara terkait air minum Koja Gete lanjut Muhdir, bahwa pekerjaan pelaksanaan perbaikan pipa air minum oleh kontraktor, yang menggunakan dana pinjaman, dan hingga saat ini air tidak mengalir, hal itu karena pipa yang berada didasar laut dipotong oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Akibatnya, selama kurang lebih 2 tahun warga Desa Parumaan tidak lagi membayar iuran senilai Rp 5000 setiap bulan masing-masing kepala keluarga, lantaran air tidak mengalir ke Desa Parumaan.
Iuran air senilai Rp 5000/ KK itu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Untuk mengatasi kesulitan air tersebut kata Muhdir, pemerintah desa, BPD dan para RT, sudah tiga kali melakukan perbaikan, namun terus dilakukan pemotongan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
“Laporan yang disampaikan Mulaidi itu tidak benar, kami minta Mulaidi untuk membuktikan sesuai dengan laporannya,”kata Muhdir.
Muhdir mengaku telah melakukan konfirmasi kepada 52 orang yang mengatasnamakan Warga Parumaan, yang telah menandatangani surat pernyataan yang ditujukan kepada PJ bupati Sikka untuk mencopot PJ Kades Parumaan.
Surat tersebut kata Muhdir, ternyata bukan surat pernyataan sikap warga untuk mendesak PJ bupati Sikka mencopot PJ Kades Parumaan, tetapi warga diminta menandatangani surat tersebut untuk mendapatkan bantuan 40 lembar seng dan meteran listrik secara gratis yang akan diberikan oleh seorang Caleg.
“Warga masyarakat mengaku dibohongi Mulaidi dan kroni-kroninya untuk meminta warga menandatangani surat dalam lembaran kosong dengan alasan untuk mendapatkan seng dan meteran listrik secara gratis yang diberikan oleh seorang Caleg,”kata Muhdir.
Kepada Muhdir, warga mengaku ditipu oleh Mulaidi, karena kedatangan kroni-kroninya untuk meminta warga menandatangani surat, untuk mendapatkan seng dan meteran listrik yang telah dijanjikan seorang caleg.
Namun faktanya, ternyata surat yang telah ditandatangani warga itu digunakan untuk melaporkan PJ Kades Parumaan.
“Kalau kami tau dari awal bahwa tandangan kami mau disalahgunakan atau bertujuan untuk mencopot PJ Kades Parumaan maka kami tidak akan menandatangani surat tersebut,”kata Muhdir menirukan ucapan warganya. (rel)



