Penumpang KM Lambelu Melompat Dari Atas Kapal Saat Berlayar di Pulau Pemana, Kabupaten Sikka
ENDE,GlobalFlores.com – Nataniel Emanual Siola Guna (40) penumpang KM Lambelu, menghilang saat yang bersangkutan nekat melompat dari atas kapal saat kapal sedang dalam berlayar di Pulau Pemana, Kabupaten Sikka.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melaksanakan Operasi SAR terhadap laporan 1 (satu) orang diduga melompat dari KM Lambelu di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
“Informasi yang diterima pada tanggal 15 Juli pukil 12.30 dari Nuben Dasilva, Relawan PMI. Lokasi kejadian berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, diperkirakan pada koordinat 8° 22.310’S – 122° 23.272’E,”kata Fathur.
Dikatakan berdasarkan informasi yang diterima Oleh Basarnas Maumere pada Tanggal 15 Juli Pukul 01.19 penumpang KM Pelni melaporkan bahwa terdapat 1 orang diduga melompat ke laut.
Informasi tersebut segera diteruskan ke anjungan, kemudian Mualim Jaga menekan tombol Man Overboard (MOB) pada ECDIS dan melaporkan kejadian kepada Nakhoda.
Selanjutnya Nakhoda mengambil alih komando dan mengarahkan kapal melakukan manuver pencarian di lokasi terakhir korban terlihat, serta menyebarkan informasi melalui Radio VHF Kanal 16 kepada kapal-kapal di sekitar lokasi,ujar Fathur.
Dikatakan setelah melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam dengan hasil nihil, kapal kembali melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan tujuan.
Adapun identitas korban yakni atas nama,Nataniel Emanual Siola Guna, jenis kelamin pria berusia sekira 40 tahun.
Dikatakan pada Tanggal 15 Juli 2026 pada Pukul 12.35 Kantor SAR Maumere telah berkoordinasi dengan unsur Potensi SAR di wilayah kerja, yaitu Lanal Maumere, Polres Sikka, KSOP Maumere, PT Pelni, dan keluarga korban.
Selanjutnya Tim Rescue bersama potensi SAR dari Kantor SAR Maumere diberangkat menggunakan RIB 500 PK yang dilengkapi peralatan SAR medis dan peralatan komunikasi menuju lokasi kejadian.
“Setiba di lokasi tim SAR Gabungan langsung melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan metode penyisiran diatas permukaan air dan tim terus berupaya agar segera menemukan korban, ditambah dengan berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan yang melintas untuk mempercepat pencarian, akan tetapi pencarian pada H.1 masih nihil,”katanya.



