Regional

Miris Di Kabupaten Sikka  Ibu Hamil melahirkan di Jalan  Dekat  Jurang Saat Ditandu Menuju Puskesmas

MAUMERE, GlobalFlores.com  – Lantaran  tidak adanya ruas jalan yang memadai dua orang ibu hamil warga Dusun Wukur, Desa Sikka,Kecamatan Lela,Kabupaten Sikka,terpaksa  terpaksa melahirkan di jalan dekat  jurang yang dalam saat ditandu warga menuju Puskesmas.

Hal ini disampaikan Ketua Rt 12. Dusun Wukur  Hendrika Hiwin, Sabtu (9/12/2023) di Dusun Wukur,Desa Sikka.

Hendrika menjelaskan bahwa  perjuangan warga untuk menyelamatkan ibu hamil yang hendak melahirkan  mengalami kesulitan yang berat, lantaran tidak adanya akses jalan menuju Puskesmas  atau rumah sakit terdekat.  

Dikatakan selama menjabat sebagai Ketua Rt. 12 Dusun Wukur,  Hendrika mengaku  bahwa peristiwa pahit ketika  warga secara bergotong royong  memikul  ibu hamil melewati  jalan tikus  dengan kondisi ruas jalan yang sangat ekstrim.

 “Sebelum Indonesia ini merdeka bahkan hingga Indonesia ini mereka, masyarakat Dusun Wukur belum pernah menikmati ruas jalan yang layak. Mungkin karena  medannya sangat sulit sehingga pemerintah menutup mata terhadap masyarakat di Dusun Wukur.  

Ada ibu hamil terpaksa melahirkan ditengah jalan  yang curam  saat di tandu menuju Puskesmas  di desa Sikka,ujar  Hendrika.

Namun demikian lanjut Hendrika, kerinduan masyarakat untuk mendapatkan ruas jalan perlahan sirna  ketika, seorang kontraktor diketahui Aryanto Wijaya berani mendobrak tebing yang curam  untuk membuka ruas jalan hingga ke Dusun  Wukur, dan baru pertama  mobil masuk hingga ke Dusun Wukur.

Hendrika juga menyampaikan bahwa  di dusun Wukur terdapat 64 KK dengan jumlah warga mendekati 200 lebih. 

Di dusun Wukur juga terdapat satu sekolah SDK, yang sejak 6 tahun lalu tidak diperhatikan pemerintah maupun oleh Yayasan Sanpukat.

Selain itu masyarakat dusun wukur juga tidak  terdapat fasilitas listrik sejak bangsa  Indonesia merdeka dan hanya menggunakan lampu pelita sebagai sarana penerangan.

Penghasilan warga masyarakat Dusun Wukur lanjut Hendrika diantaranya,  jambu mente, kelapa dan kakao serta kemiri. 

Selain sebagai petani masyarakat juga  berprofesi sebagai nelayan, untuk memenuhi kebutuhan  hidup keluarganya.  ( rel )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan