Regional

JPU Kejari Sikka Tolak Pengembalian Sisa Dana Sertifikasi Guru Oleh Operator Dinas PKO

MAUMERE, FlobalFlores.com  – Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kerjari Sikka menolak pengembalian sisa dana sertifikasi guru yang dikembalikan oleh Iswadi salah satu operator  Dinas PKO Kabupaten Sikka  yang kini menjadi tersangka dalam kasus penilepan sertifikasi guru tersebut.

Hal ini disampaikan kuasa hukum,Iswadi, Senopati  Idara SH, yang akrab disapa Ladidi,  Selasa (26/9/2023) di Maumere.

Ladidi menjelaskan, bahwa  penolakan uang sertifikaksi guru oleh JPU itu,  karena dinilai sudah terlambat, sehingga uang sisa tersebut akan dikembalikan saat digelar sidang pertama di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Uang senilai Rp 30 juta  ditolak jaksa, karena sudah terlambat, karena itu pengembalian sisa uang sertifikasi   guru ini akan dikembalikan saat sidang pertama di Pengadilan Tipikor Kupang,”ujar Ladidi.

Sidang kasus penilepan dana sertifikaksi guru triwulan I tahun 2023 yang melibatkan Iswadi selaku Operator dan Heri Sales selaku Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka ini siap untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Pengembalian sisa dana senilai Rp 30 juta oleh Iswadi ini sesuai dengan permintaan jaksa, bahwa pengembalian  itu akan dilakukan pada saat sidang perdana.

Sebelumnya kata Ladidi, Iswadi telah mengembalikan senilai Rp 22 juta kepada  Kejaksaan Negeri Sikka.

Kasus penilepan dana sertifikasi guru ini, telah merugikan para guru senilai Rp 640 juta,  dari jumlah tersebut Iswadi mengaku telah menerima uang senilai Rp 52 juta yang diberikan Heri Sales sebagai fee untuknya. 

Ladidi bersama  Raul Sobalokan S.H  yang mendampingi  Iswadi ini, menjelaskan bahwa total uang yang diterima Iswadi dari Heri Sales selaku Kadis PPKO Kabupaten Sikka itu baru dikembalikan senilai Rp 22 juta  kepada Jaksa sebagai penyidiknya, sementara yang tersisa senilai Rp 30 juta itu akan diserahkan pada saat sidang perdana. 

Ladidi menambahkan harusnya sisa uang senilai Rp 30 juta itu akan dikembalikan, Selasa (26/9/2023)  namun akhirnya batal.

“Batal dikembalikan sisa uang senilai Rp 30 juta ini karena terlambat dan akan diserahkan pada saat sidang pertama.”ujar Ladidi.

Iswadi kata Ladidi cukup kooperatif sejak awal di Dinas PKO dan dihadapan para guru, kalau dirinya siap bertanggungjawab secara hukum, dan siap mengembalikan uang yang diberikan Heri Sales tersebut. 

“Sebagai kuasa  hukum kami tetap akan mengikuti proses hukum atas klien kami, ,”kata Ladidi. (rel )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan