Regional

Basarnas Maumere Minta Nelayan Tidak Melaut,Ada Apa ?

MAUMERE, GlobalFlores.com  – Kepala Kantor Basarnas Maumere,Kabupaten Sikka, Lalu Wahyu  Efendi S.Sos.M.M, menghimbau masyarakat nelayan Kabupaten Sikka  untuk tidak melaut saat cuaca ekstrim, karena akan sangat berbahaya bagi masyarakat nelayan sendiri.

Hal ini disampaikan Efendi, Kamis, (19/1/2023) di Maumere.

Efendi menejelaskan,  sejak Januari  hingga beberapa bulan kedepannya Kabupaten Sikka akan mengalami curah hujan yang tinggi, dan berpotensi mengalami cuaca ekstrim. Hal itu seperti yang disampaikan Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG). Atas informasi itu maka Basarnas dan sejumlah instansi terkait lainnya sudah melakukan apel terpadu  untuk mengantisipasi  bencana dan cuaca ekstrim tersebut.

“Harapan kami kepada masyarakat nelayan untuk mengikuti himbauan dari KSOP dan BMKG, terkait cuaca ekstrim yang akan datang, untuk tidak melaut jika  terjadi cuca ektrim, karena sangat membahayakan bagi nelayan itu sendiri,”kata  Efendi.

Efendi menambahkan, persiapan dari Basarnas dalam menghadapi cuaca ektrim tersebut, yakni melakukan koordinasi  dengan pemerintah daerah, pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya.

Pada bulan Desember 2022, pihak Basarnas juga telah menggelar apel siaga  dalam mengahadap cuaca ekstrim.

Untuk menghadapi bencana dan kecalakaan kata Efendi, Basarnas  juga telah menyiapkan peralatan dan personil disetiap Pos Basarnas yang tersebar di wilayah Flores Alor dan Lembata.

Setiap  pos kesiagaan telah disiapkan peralatan berupa speet Bouth, sementara untuk wilayah kabupaten Sikka, Basarnas juga telah menyiapkan dua kapal, yang masing-masing berukuran 36 sampai 40 meter.

“Dalam menghadapi bencana dan kecelakaan  Kantor Basarnas Maumere, telah menyiapkan peralatan yang ditempatkan disetiap Pos Basarnas di masing masing wilayah. Pos Basarnas tersebut diantaranya, di Labuan Bajo, Ende, Lembata, dan Solor, “kata  Efendi.

Wilayah yang paling esktrim dihadapi Basarnas saat cuaca ini lanjut Efendi yakni wilayah pantai selatan, karena  saat cuaca ektrim ketinggian gelombang mencapai 4 meter, sementara pantai utara Flores ketinggian gelombang hanya mencapai 2, 5 meter.  Karena itu Efendi menghimbau masyarakat untuk waspada dan meminta untuk tidak melaut saat cuaca esktrim.

“Saya menghimbau untuk waspada dengan cuaca ekstrim, karena itu masyarakat diharapkan  untuk tidak melaut,  karena akan sangat berbahaya bagi para nelayan

itu sendiri,”kata  Efendi. ( rel)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan