Jalan Nangablo – Hagarahu Rusak Parah, DPRD Asal Nita Memilih Bungkam
MAUMERE,GlobalFlores.com – Ruas jalan yang menghubungkan Nangablo- Hagarahu di Kecamatan Nita rusak parah, bahkan terdapat sejumlah titik yang mengalami longsor, namun anggota DPRD asal Nita Donatus David dan Merson Botu memilih tidak berkomentar dan lebih memilih diam.
Donatus David selaku ketua DPRD Sikka yang juga memiliki konsetuen di kecamatan Nita ini, ketika dikonfirmasi Kamis (28/7/2022) tidak berkomentar banyak, David hanya mengaku akan dikerjakan, tidak menjelaskan kapan akan di kerjakannya.
Mirisnya, papan nama proyek yang dipasang 8 bulan sebelumnya, bahkan nomor kontrak proyek itu sudah dikantongi kontraktor, namun ruas jalan tersebut belum juga di kerjakan.
“Ruas jalan itu nanti dikerjakan, tidak perlu risau,”kata David.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Sikka lainnya Merson Botu, yang juga memiliki konsetuen di wilayah kecamatan Nita, tidak memberikan respons atas kondisi ruas jalan Nangablo Hargaahu.
Merson bahkan,mengatakan kalau Ketua DPRD tidak berkomentar, maka dirinyapun tidak ingin berkomentar.
“Kalau ketua saja tidak berkomentar maka sayapun belum bisa berkomentar. Saya menunggu ketua terlebih dahulu,”ungkap Merson.
Keluhan rusaknya jalan tersebut juga disampaikan Camat Nita Avelinus Yuvensius S.Sos, bahwa saat melakukan kunjungan ke Desa Mahebora bersama stafnya, Rabu (27/7/2022) dalam rangka pelantikan BPD, mengalami kesulitan melewati ruas jalan tersebut.
Avelinus mengaku ruas jalan yang sangata ekstrim, terpaksa harus turun jalan kaki sebanyak tiga kali, lantaran mobilnya kesulitan melewati ruas jalan itu.
“Saya turun tiga kali dalam perjalanan menuju desa Mahebora, karena jalannya sangat ekstrim,”kata Avelinus.
Avelinus juga mengaku bahwa ruas jalan Nangablo – Hagarahu, sudah dianggarkan untuk dikerjakan menggunakan sumber dana dari pinjaman daerah, namun hingga saat ini belum dikerjakan padahal waktu pelaksanaan seperti yang tertera dalam papan proyek selama 90 hari kalender, dengan nilai kontrak Rp 934 035.000. dalam papan proyek juga tertera nomor kontrak PU, 628 /251/kotrak/- PEN/XII/BM-2021, yang akan dikerjakan oleh PT. Balista Timor Perkasa.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Fred Djen ketika dikonfirmasi, juga tidak berkomentar, ketika didesak untuk memberikan komentar soal ruas jalan tersebut, Fred sambil melangkah meninggalkan wartawan mengatakan akan dikerjakan minggu depan,tanpa menjelaskan tanggal dan waktu pengerjaannya.
“Sudah saya mau jalan, nanti minggu depan baru dikerjakan,”kata Fred.
Keluhan terkait ruas jalan itu juga disampaikan kepala Desa Mahebora, Vinsensius Mbale S.SPd, bahwa ruas jalan itu sudah bertahun – tahun tidak diperbaiki.
Kondisi jalan yang rusak parah itu, sudah menelan korban baik kendaraan roda empat maupun roda dua.
Vinsensius bahkan berharap dengan dipasangnya papan proyek, ruas jalan tersebut dapat segera di kerjakan, namun hingga saat ini belum adanya tanda-tanda pengerjaannya.
“Sudah banyak korban bahkan ada yang meninggal karena mobil terbalik, dan yang mengalami luka parah karena jatuh saat mengendarai sepeda motor. Kami berharap ruas jalan ini segera di kerjakan, agar masyarakat dapat menikmati ruas jalan ini dengan aman,”kata Vinsensius. (rel )



