Ragam

Renungan Senin (21/2/2022)

SEMANGAT PAGI, dalam Injil hari ini dikisahkan tentang Yesus Mengusir roh Dari Seorang Anak Yang Bisu (Mrk. 9: 14 – 29). Roh jahat ini, rupanya sangat membandel, sehingga para murid Yesus tidak dapat mengusirnya. Oleh karena itu, mereka mencari Yesus untuk menyembuhkan anak yang kerasukan roh jahat tersebut. Persoalannya adalah ayah dari anak yang kerasukan setan itu tidak percaya kepada para murid Yesus. Maka, Yesus berkata kepada mereka ” hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal diantara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?”. Tetapi, sesungguhnya, harus diakui bahwa Yesus adalah Allah, yang mampu mengubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Barangkali, memang butuh waktu untuk orang percaya kepada para murid Nya, sehingga Yesus tetap menjadi andalan utama yang tidak tergantikan. Dan ternyata memang bukan hanya soal percaya atau tidak, melainkan pentingnya.doa. Yesus membuka rahasia kenapa para murid Nya tidak bisa mengusir roh jahat dari seorang anak yang bisu. Yesus berkata kepada para murid Nya bahwa ” jenis ini tidak dapat diusir, kecuali dengan doa”. Dengan berkata demikian, Yesus mau mengatakan betapa pentingnya doa dalam hidup kita ini. Doa yang benar, tulus dan tekun, mengandung kekuatan yang dahsyat untuk mengubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Untuk itu, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri, tetapi kita harus menyertakan Tuhan dalam setiap rencana, harapan, keputusan dan tindakan kita dalam hidup ini. Kita mengundang Tuhan untuk ambil bagian secara aktif dalam segala hal yang kita kerjakan. Ingatlah, tanpa Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Di dalam dan bersama Tuhan, kita bisa. Dan yang perlu disadari bahwa Tuhan memang telah memberikan kuasa dan tenaga kepada para murid Nya, termasuk kita untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, tetapi para murid Nya, termasuk kita lupa, bahwa kuasa dan tenaga itu hanya akan memiliki daya, jika selalu menjalin relasi dengan Sang Sumber kuasa dan tenaga, melalui DOA. Artinya tetap andalan nya adalah Tuhan, bukan kekuatan dari para murid Nya. Para murid Nya, termasuk kita adalah hanya lah sarana, kekuatan atau daya tetap berasal dari Tuhan melalui DOA. Maka, mari, selalu berdoa dengan tidak jemu jemu. Semoga demikian ūüôŹūüôŹ

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan