Ini Pesan Vikjen Keuskupan Agung Ende Saat Melepas 173 Wisudawan STIPAR
ENDE,GlobalFlores.com- Vikjen Keuskupan Agung Ende, RD Firdinandus Dhedu berpesan kepada 173 wisudawan STIPAR Ende agar menjadi katekis sejati dan menjadi saksi iman di tengah-tengah dunia.
Dalam kotbahnya pada pelaksanaan Missio Kanonika atau misa perutusan, Minggu (15/2/2026) di Aula Donatus Djagom SVD, Kampus STIPAR Ende, RD Firdinandus mengatakan Missio Kanonika yang diterima bukanlah sekadar sebuah penugasan melainkan tanda kepercayaan ilahi: bahwa sabda Allah, yang hidup, hendak diwartakan melalui kesaksian para katekis.

“Hari ini Gereja Keuskupan Agung Ende mengalami sebuah momen rahmat yang meneguhkan. Dalam keheningan doa dan sukacite iman, kita menyaksikan bagaimana Tuhan memanggil meneguhkan dan mengutus para katekis sebagai pawarta sekaligus saksi iman ke tengah-tengah dunia,”katanya.
“Di atas altar ini, kita tidak hanya merayakan perutusan, tetapi mengimani misteri cinta Tuhan yang terus bekerja, memilih manusia-manusia biasa, untuk mengemban karya yang luar biasa, menyalakan terang iman ditengah dunia, dalam semangat yang sama, melampaui batas – mewujudkan integritas sejati,”katanya.
Dengan demikian melampaui batas bergerak sebagai katekis berarti, tidak mencari pujian tidak sekedar menjalankan perintah tetapi sungguh-sungguh menjadi saksi kebenaran akan belas kasih Allah.
Dikatakan melampaui tidak cukup, hanya tidak membunuh tetapi dipanggil untuk mematikan api batas kebencian dalam hati.
“Juga tidak cukup, hanya tidak berzinah, tetapi melawan kita dipanggil untuk memurnikan hati. Juga tidak cukup, hanya berkata tetapi kita dipanggil hidup alam kejujuran,”katanya.
“Inilah integritas sejati. Integritas sejati bukan soal pencitraan, bukan soal terlihat saleh, melainkan kesatuan antara apa yang diajarkan,”ujarnya.
Dikatakan ketika integritas sejati lahir, ketika iman tidak hanya diajarkan di ruangan kelas, tetapi dihati dalam sikap.

Melampaui batas berarti, tetap setia meskipun tugas menumpuk. Tetap mengasihi, ketika tidak dihargai dan tetap jujur ketika ruang kompromi tidak ada. Tetap melayani, ketika dunia menawarkan atau menyuburkan ambisi mencari keuntungan diri sendiri.
Sering kali, katekis melayani di tengah keterbatasan waktu yang tidak tampan, apresiasi yang minim dan beban hidup yang tidak ringan. Namun justeru disanalah panggilan seorang katekis menemukan kemurniannya,ujarnya.
Di balik segala tantangan pelayanan seorang katekis, tersimpan pula harapan yang kokoh,ungkap RD Firdinandus.
Seorang katektis tetap menjadi penabur benih iman dengan keyakinan bahwa benih iman yang ditabur dengan kasih tak perna sia-sia.
Sebab pada akhirnya, tugas katekis, bukanlah mengusai jaman, tetapi setia pada panggilan menghadirkan terang di tengah dunia, menjadi suara yang lembut namun teguh dan menjadi sahabat perjalanan bagi jiwa-Jiwa yang mencari Tuhan ujar, RD Firdinandus.
“Semoga melalui hidup dan kesaksianmu, umat meyakini bahwa iman bukan sekedar konsep atau gagasan melainkan jalan hidup yang utuh menuju kebahagiaan sejati,”katanya.
Seperti disaksikan misa perutusan bagi 175 mahasiswa STIPAR yang akan mengikuti wisuda pada, Senin (16/2/2026) dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Agung Ende, RD RD Firdinandus Dhedu dan didampingi sejumlah imam konselbran ditandai dengan penyerahan kitab suci dan pengalungan kalung salib kepada para calon wisudawan. (rom)



