175 Mahasiswa STIPAR Ende Siap Diwisuda dan Ini Mereka Yang Berhasil Meraih Kelulusan Dengan Predikat Magna Cum Laude
ENDE,GlobalFlores.com-Sebanyak 175 mahasiswa STIPAR Ende angkatan ke-32 Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Tahun Akademik 2025/2026 akan mengikuti wisuda pada, Senin (16/2/2026).
Ketua STIPAR Ende, Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A mengatakan hal itu dalam
keterangan persnya kepada wartawan, Minggu (15/2/2026) di ruang kerjanya.
Pria yang disapa RD Fery menjelaskan dari 175 orang wisudawan itu tercatat masing-masing meraih predikat kelulusan, memuaskan sebanyak 1 orang dan sangat memuaskan sebanyak 131 orang serta Cum Laude sebanyak 40 orang dan Magna Cum Laude sebanyak 3 orang, atas nama,
Rosalia Sandrina Dua Moong dengan IPK = 3.81
Maria Magdalena Bida dengan IPK = 3.73
Gabriela Margarida Fatima Lopes dengan IPK = 3.71
“Kami menyampaikan proficiat kepada para mahasiswa-mahasiswi angkatan ke-32 Stipar Ende atas keberhasilan dalam studi hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Katolik,”katanya.

Dalam sambutannya pada pelaksanaan misa perutusan bagi 175 wisudawan, RD Fery mengatakan bahwa menjadi katekis di zaman modern itu berat karena harus bersaing dengan Influencer yang menjanjikan glowing wajah, glowing hidup denngan uang sementara katekis menjanjikan glowing iman (yang hasilnya baru kelihatan di akhirat.
“Kemudahan teknologi yang membuat orang ingin paket hemat keselamatan tanpa perlu refleksi mendalam. Berbagai perspektif yang membuat “kebenaran” terasa seperti menu prasmanan ambil yang enak saja, yang pahit ditinggalkan,”katanya.
“Kita diutus karena dunia ini sudah terlalu banyak “micin”-banyak rasa, bikin ketagihan, tapi kadang bikin pusing. Dunia butuh garam. Garam itu sederhana, tidak pamer, tapi kalau tidak ada, semuanya jadi hambar,”tambahnya.
“Tugas kita nanti bukan jadi “Google berjalan”- misionaris digital yang tahu semua jawaban dogmatis. Tugas kita adalah jadi teman perjalanan yang asyik. Jangan sampai pas kita mengajar, umat malah merasa sedang ikut seminar asuransi atau dengar pembacaan syarat dan ketentuan aplikasi. Metode pewartaan mesti lebih luwes bervariasi dengan berbagai metode atau model pembelajaran termasuk menggunakan aplikasi platform,”katanya.
“Jangan jadi katekis yang wajahnya lebih seram dari dosa-dosa umatnya. Senyum dikit, Tuhan itu Maha Kasih, bukan Maha Galak,”kata RD Fery.
RD Fery mengatakan selain dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebagai katekis, yang lebih penting diharapkan mampu menjalin kerjasama dengan semua orang.
“Kerjasama mengandaikan anda matang berkomunikasi, mendengar, menerima pendapat, menyampaikan kritis, dan menjalin relasi,”katanya.
“Gunakanlah bahasa yang dimengerti zaman ini. Kalau perlu pakai perumpamaan tentang wi-fi: Iman itu seperti koneksi internet. Tuhan selalu kasih sinyal full, tinggal kita mau connect atau tetap dalam mode airplane,”ujarnya.



