Pendidikan

Membanggakan Uniflor Ende   Gelar Wisuda Perdana Bagi Mahasiswa Program Pendidikan  Pasca Sarjana MM

ENDE,GlobalFlores.com-Untuk pertama kalinya Universitas Flores (Uniflor) Ende menggelar wisuda untuk mahasiswa Program Pendidikan Pasca Sarjana,Magister Manajemen (MM), Sabtu (22/11/2025) di Auditorium H.J Gadi Djou,Kampus Universitas Flores.

Pelaksanaan wisuda semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025  digelar untuk Sarjana (S 1) sebanyak 786 serta pasca sarjana sebanyak 16 orang.

Sebagaimana disaksikan wisuda kali ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Selatan yang juga merupakan alumni Uniflor Tahun 1996, Paskalis Imadewa,Spd juga Anggota DPD RI,Angelo Wake Kako serta Ketua Yapertif,Dr Laurentius Gadi Djou,Akt serta Wakil Bupati Ende, Dr Dominikus M Mere,M.Kes dan Ketua DPRD Kabupaten Ende,Fransiskus Taso serta Rektor Uniflor,Dr Willybrodus Lanamana dan para dekan serta orangtua dari masing-masing wisudawan.

Menanggapi pelaksanaan wisuda perdana bagi program studi magister manajemen,Rektor Uniflor,Dr Willybrodus Lanamana mengatakan adalah merupakan suatu kebanggan bagi Universitas Flores (Uniflor) Ende telah berhasil menggelar wisuda untuk mahasiswa  pasca sarjana.

“Ini tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi Uniflor karena merupakan satu-satunya di Pulau Flores yang memiliki Prodi Magister Manajemen,”kata Rektor.

Yang membanggakan juga salah satu peserta wisuda yang menjadi lulusan terbaik berasal dari pasca sarjana magister manajemen dengan IPK 4 atas nama,Mohamad Choiry Radja,ujar Rektor.

Rektor mengatakan  bahwa prodi tersebut  sudah terakreditasi baik sekali yang artinya itu sebagai bentuk pengakuan layanan pendidikan dari kementrian Sains dan Tehknologi akan keberadaan Prodi Magister Manajemen Uniflor.

Sementara itu Dosen Uniflor Ende, Dr Mukklis A Mukhtar,ST,MIT yang membawakan orasi ilmiah dengan judul, “SARJANA BARU DI KAMPUNG HALAMAN” mengharapkan kepada  para sarjana baru agar  mampu menciptakan peluang pekerjaan yang baru dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, seperti tenun ikat agar  bisa menjadi andalan utama, kemudian pengembangan komunitas kopi tradisional, petani lokal dengan pangan lokalnya, serta sinergitas dengan para seniman lokal.

Hal-hal ini kemudian dikelola dalam sebuah kemasan manajemen komunitas tradisional yang menggabungkan semua unsur yang kemudian dirancang oleh sarjana baru.

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah para sarjana baru harus bisa menjadi produk proyeksi masa lampau oleh para leluhur untuk menjadi jembatan antar generasi.

“Para leluhur yang telah mewarisi kita dengan kekayaan intelektual yang dibuktikan dengan bentuk wujud kekayan produk tradisional yang dapat kita kembangkan, sebut saja ornamen-ornamen seperti rumah adat dan sebagainya,”katanya.

“Hal lainnya yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menjadi pelengkap kejayaan dimasa lalu yang harus terus menggema, yaitu dengan melestarikan beragam peninggalanya dengan cara mengembangkan produk-produk local berkualitas yang mempunyai nilai estetika yang tinggi,”ujarnya.

Kemudian para sarjana baru harus bisa membentuk kontribusi wilayah kreatif atau bisa disebut gabungan wilayah seni yang berasal dari lokasi yang berbeda guna menciptakan jejaring komunitas seni lintas daerah.

“Hal-hal yang saya sampaikan tentang misi berkarya di ruang permukiman adat tidak hanya sebatas angan, namun tetap dalam hasrat pengembangan diri dan kemauan dengan tekat yang bulat,”katanya.

Para sarjana baru bisa memulainya dengan mengajak rekan-rekan yang memiliki hobi yang sama dengan membentuk jejaring sosial di dunia nyata maupun dunia digital, kemudian ide yang disimpan harus selalu ditulis dan segera diimplemtasikannya ke dalam dunia nyata,ujar Mukklis.

“Jangan malu menyampaikan ide-ide kreatif kita, karena sejatinya ide bisa dicuri tapi cara untuk mengeksekusi ide tersebut tidak akan pernah bisa dicuri,”katanya.

Sederhananya jangan menunggu waktu yang tepat, tapi cepat mengambil momentum yang ada,ujar dia.

Mukklis meminta kepada  sarjana baru harus memiliki visi dan misi yang menjunjung tinggi nilai-nlai tradisional dengan melihat keberadaan masa  lampau sebagai fondasi untuk membangun masa depan, karena masa lampau bukanlah hal kuno, justru merupakan harta karun sepanjang masa yang harus dikembangkan.

Kepada para  sarjana baru agar kembali ke rumah atau kampung asal dengan tetap menjadi publik figure yang baru, membanggakan keluarga dan lingkungan serta menjadi andalan bangsa dan negara,ujar Mukklis.

“Selamat memasuki dunia yang sesungguhnya. Sebagai sarjana baru, jangan merasa bisa, tapi harus bias  merasakan masalah yang ada di dunia nyata. Karena setiap masalah adalah tantangan bukan hambatan. Kepada Seluruh sarjana baru, jadilah sarjana yang kreatif, Kere tapi aktif,”katanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp

Adblock Detected

Nonaktifkan Ad Blocker untuk melanjutkan