Warga Kabupaten Sikka Ini Ditemukan Meninggal Di Bukit Klereng,Telapak kakinya Dibawa Anjing Ke Pondok Warga
MAUMERE,GlobalFlores.com – Seorang nenek berinisial TL (80) yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa Jumat (26/4/2024) pukul 14.00 Wita di Bukit Klereng, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Sebelumnya pda Kamis (25/4/2024) telapak kaki TL dibawa anjing kepondok salah satu kebun milik warga Patisomba.
Hal ini dsampaikan Kasi Humas Polres Sikka AKP Susanto, Sabtu (27/4/2024) di Maumere.
Susanto menjelaskan bahwa TL sebelumnya dinyatakan hilang dan dicari pihak keluarga hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Bukit Klereng,Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat.
Susanto menjelaskan bahwa, sekitar pukul. 12.00 Wita keluarga korban melakukan pencarian terhadap nenek TL yang dinyatakan hilang.
Keluarga korban terus melakukan pencarian yang akhirnya ditemukan di Bukit Klereng, Kelurahan Hewuli.
Keluarga korban kemudian menghubungi pihak Basarnas Maumere untuk melakaukan evakuasi korban.
Basarnas Maumere yang tiba TKP lalu melakukan evakuasi jenazah nenek TL dengan menggunakan kantong jenazah milik Basarnas Maumere.
Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit umum TC. Hillers Maumere untuk dilakukan formalin sesuai permintaan keluarga korban.
Jenasah korban kemudian dibwa ke rumah duka untuk disemayamkan selanjutnya dimakamkan.
Adapun saksi yang mengetahui pertiwa tersebut kata Susanto diantaranya, SK (53) asal kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat, , B (35) asal Desa Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok barat, dan L (35), asal Desa Patisomba, Kecamatan Alok Barat.
Susanto menambahkan bahwa jenazah TL yang ditemukan itu telah hilang selama 8 hari, dan telah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga yang akhirnya di temukan di Bukit Klereng.
Jenazah TL ditemukan oleh keluarganya sendiri, yang kemudian menghubungi pihak Basarnas. Jenazah yang ditemukan itu lanjut Susanto, sesuai dengan yang dilaprkan pihak korban ke SPKT Polsek Alok
“Laporan sudah hilang selama 8 hari, dan pihak keluarga terus melekakukan pencarian dan baru ditemukan Jumat (26/4/2024) oleh keluarganya sendiri,”kata Susanto.
Atas peristiwa itu keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerimanya sebagai suatu musibah yang dibuktikan dengan surat pernyataan penolakan otopsi.
Sebelumnya pada Kamis (25/4/2024) pukul.17.00 Wita seonggok organ telapak kaki manusia ditemukan di Bukit Klereng oleh keluarga korban. Sementara jenazah korban berada 1 Km dari lokasi organ kaki yang ditemukan keluarganya. (rel)



