Kajari Sikka Dituding Bohongi Sekber Jaga Nian Tana
MAUMERE, GlobalFlores.com – Kajari Sikka, Fatoni Hatam S.H, dituding membohongi Sekber Jaga Nian Tana yang datang untuk beraudiens, terkait masalah korupsi di Kabupaten Sikka.
Tudingan itu lantaran sebelumnya Kajari Sikka telah menjanjikan Sekber Jaga Nian Tana untuk bertemu pada Rabu (4/10/2023) di Kantor Kejari Sikka.
Hal ini disampaikan koordinator Sekber Sikka Mardi Da Gomez, Rabu (4/10/2023) di Maumere.
Mardi menjelaskan bahwa pertemuan Sekber Jaga Nian Tana sesunggunya dilaksanakan pada satu minggu sebelumnya, namun ketika itu Kajari berhalangan lantaran masih mengikuti zoom meeting.
Namun demikian melalui Kasipidsus Risky S.H, meminta untuk melakukan diskusi lepas, dan bersepakat untuk bertemu Kajari dan para Kasi Kejari pada Rabu (4/10/2023).
Namun faktanya, ketika Rabu (4/10/2023), Sekber Jaga Nian Tana mendatang Kantor Kejari untuk bertemu Kajari dan para Kasi Kejari Sikka, seperti yang dijanjikan sebelumnya, akhirnya batal, lantaran Kajari lagi-lagi tengah mengikuti zoom meeting dari pusat secara mendadak.
Gagal bertemu Kajari Sikka ini, Seker Jaga Nian Tana menilai Kajari Sikka melakukan pembohongan publik. Saat Sekber Jaga Nian Tana berada di Kantor Kejari Sikka, Kapidsus Kejari, Risky SH menyampaikan bahwa Kajari Sikka tidak dapat bertemu Sekber Jaga Nian Tana lantaran sedang mengikuti zoom meeting yang disampaikan dari pusat.
Atas jawaban itu kata Mardi, Sekber Sikka kemudian mengambil sikap menolak untuk bertemu dengan para Kasi Kejari Sikka, karena Sekber Jaga Nian Tana menilai Kejari telah membohongi Sekber jaga Nian Tana.
Walau demikian lanjut Mardi, Sekber Jaga Nian Tana tetap akan berupaya untuk melakukan audiens dengan Kajari Sikka, melalui proses yang berbeda seperti melakukan gerakan atau demo.
“Kami sangat menyayangkan Kajari tidak bertemu Sekber Jaga Nian Tana untuk beraudiens, ini sama dengan melakukan pembohongan terhadap public. Namun kami akan tetap melakukan audiens dengan cara yang berbeda, seperti melakukan demo atau aksi,”kata Mardi.
Mardi juga menilai Kajari Sikka tidak memahami audiens, audiens iktu kata Mardi adalah elegan karena dengan audiens akan membawa rumusan atau konsep dan menyepakati konsep, bagaimana membahas konsep-konsep yang ditawarkan oleh Sekber Jaga Nian Tana. Namun Kajari memberi alasan yang tidak masuk akal yang telah dijanjikan oleh dirinya sendiri.
Hal senda juga disampaikan anggota Sekber Jaga Nian Tana, Piter Embu Gusi, bahwa kegagalan bertemu Kajari Sikka itu diduga adanya sejumlah kasus yang kemungkinan diendap oleh Kejari, sehingga Kajari sendiri tidak ingin bertemu Sekber Jaga Nian Tana.
Padahal kata Piter, sebelumnya Kasipidsus Kejari Sikka Risky S.H, meminta untuk ditunda pada, Rabu (4/10/2023).
Bahkan ketika itu Kasipidsus Kejari, Sikka Risky pada saat pertemuan selain Kajari juga akan dihadiri semua para Kasi Kejari Sikka.
“Hari ini sesuai kesepakatan untuk bertemu Kajari, tetapi Kajari sendiri tidak mau hadir, dan meminta diwakili oleh para Kasinya. Kami merasa Kajari melanggar kesepakatan yang sudah disepakati sebelumnya,”kata Piter.
Piter mengaku, saat bertemu Kasipidsus Kejari Sikka itu untuk membahas sejumlah kasus korupsi, ternyata ada hal-hal yang tidak mampu dijawab, sehingga akan dijawab oleh Kajari sendiri.
Risky selaku Kasipidsus ketika itu bahkan mencontohkan kasus Perumda Wairpuan yang saat ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Sikka.
“Kalau masalah kasus Perumda Wairpuan persoalannya berbeda, karena yang dilaporkan ke polisi oleh 9 karyawan PDAM itu adalah masalah interen PDAM, sedangkan yang dilimpahkan DPRD Sikka adalah hasil Pansus yang berkaitan dengan korupsi pengadaan barang dan jasa,”kata Piter.
Terpisah Kasi Intel Kejari Sikka Bayu Pinata S.H menjelaskan bahwa kedatangan Sekber Jaga Nian Tana itu telah diterima oleh para Kasi Kejari Sikka.
Semua Kasi Kejari Sikka sudah siap untuk beraudiens dengan Sekber Jaga Nian Tana.
Diakuinya bahwa sebelumnya memang sudah disepakati untuk bertemu Kajari dan para Kasi, namun secara tiba-tiba Kajari Sikka mendapat perintah langsung dari pusat untuk mengikuti zoom meeting.
Untuk memenuhi keinginan Sekber Jaga Nian Tana ini Kajari perintahkan semua Kasi Kejari untuk menerima dan beraudiens langsung dengan Sekber Jaga Nian Tana.
Semua para Kasi Kejari siap menjawab apapun yang disampaikan Sekber Jaga Nian Tana sesuai dengan bidang tugas para Kasi.
Herannya, pada kesempatan itu Sekber Jaga Nian Tana justru menolak untuk beraudiens dengan para Kasi Kajari, dan hanya menginginkan untuk bertemu Kajari Sikka.
“ Kami semua para Kasi sudah siap menerima Sekber Jaga Nian Tana namun justru mereka menolak karena keinginan mereka adalah hanya mau bertemu Kajari,”kata Bayu. (rel )



