Sekber Jaga Nian Tana Sikka Minta Kejari Tindak Tegas Pelaku Korupsi
MAUMERE, GlobalFlores.com – Sekretariat Bersama (Sekber) Jaga Nian Tana Sikka mendatangi Kejari Sikka, untuk mendorong pihak kejaksaan agar senantiasa mencegah dan menindak tegas pelaku korupsi di Kabupaten Sikka.
Hal ini disampaikan, Mardi Da Gomez dari Sekber Jaga Nian Tana Sikka, Selasa (26/9/2023) usai berdialog dengan pihak Kejari Sikka di Maumere.
Kehadiran Sekber Jaga Nian Tana itu diterima oleh Kasipidsus Kejari Sikka, Eisky S.H di Kantor Kejari Sikka.
Selain Kasipidsus hadir pula dua jaksa lainnya, untuk mendengarkan aspirasi Sekber Jaga Nian Tana tersebut.
Mardi menjelaskan, kehadiran Sekber di Kejaksaan itu selain untuk mendorong pihak kejaksaan melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku korupsi juga membawa sebanyak 8 kasus yang dinilai belum jelas penanganannya oleh pihak Kejaksaan Negeri Sikka.
“Dalam dialog dengan pihak kejaksaan selain mendorong pihak Kejari Sikka untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap para pellaku korupsi, kami juga membawa 8 kasus kasus yang juga dinilai belum jelas penanganannya,”kata Mardi.
Delapan kasus tersbeut kata Mardi diantaranya, kasus IKK Ijukutu Paga, Kasus Rumah Sakit Pratama Doreng, Kasus ayam super yang menggunakan dana desa, kasus Perumda Wairpuan, kasus dana sertifikaksi guru, dana tunjangan daerah yang sudah dijalani oleh Kadis yang baru.
Mardi berharap, pihak kejaksaan dapat menjelaskan secara rinci sejumlah kasus yang dinilai belum ditangani secara maksimal.
Namun demikian terkait sejumlah kasus yang disebutkan itu, Kasipidsus Kejari Sikka Risky SH, menjelaskan bahwa terkait kasus BTT sudah dinyatakan Inkrah, sementara kasus Puskesmas Paga pihak Kejaksaan sudah siap melakukan gelar Perkara.
Sementara terkait kasus sertifikasi guru, Risky mengaku Selasa (26/9/2023) tengah melakukan pemeriksaan tahap kedua bagi kedua tersangka Heri Sales dan Iswadi.
Sementara itu salah seorang anggota Sekber Jaga Nian Tana, Eduardus Sareng, mengaku sudah puluhan tahun ia hidup di Kabupaten Sikka belum pernah satu pimpinan daerah yang terjerat kasus korupsi. Padahal menurutnya para pemimpin itu mengetahui aliran uang tersebut.
“Selama puluhan tahun saya hidup di Sikka ini, belum pernah ada satu pinpinan daerah yang terjerat kasus korupsi. Padahal seluruh aliran keuangan daerah itu, tahu benar oleh pemimpinnya,”kata Edu.
Hal senada juga disampaikan Lorens Ritan, bahwa Sekber Jaga Nian Tana itu akan terus mendukung pihak Kejari Sikka dalam melakukan pencegahan dan penindakan terhadap kasus korupsi di Nian Tana Sikka.
Selain itu kata Lorens, Sekber juga akan melakukan tekanan terhadap Pemda Sikka untuk selalu responsif terhadap pencegahan korupsi di Sikka.
“Semestinya pihak kejaksaan harus membangun relasi yang baik untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap kasus korupsi di Sikka,”kata Lorens. ( rel )



